ParlementariaTeras Berita

Dwi Yustiawati Prihatin Ancamam Narkoba di Nusa Penida

Foto - Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati S.E. (Ist)

KLUNGKUNG – BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Klungkung mengindentifikasi Kecamatan Nusa Penida, khususnya kepulauan Nusa Lembongan, dianggap sebagai titik paling rawan. Hal ini tidak terlepas sebagai dampak ikutan  bergeliatnya pariwisata di kawasan ini.

Tokoh masyarakat Klungkung yang juga caleg DPRD Bali dapil Klungkung nomor urut 3 dari PDI Perjuangan Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati S.E.,mengaku prihatin dan khawatir dengan ancaman narkoba yang rawan masuk ke Nusa Penida.

“Tentu ini miris jika Kecamatan Nusa Penida diindikasikan rawan masuknya narkoba. Ini tugas kita bersama mencegah dan memeranginya,” kata Dwi Yustiawati ditemui di sela-sela simakrama bersama warga, Sabtu (2/2/2019).

Menurutnya menggeliatnya pariwisata di Nuda Penida jangan sampai membawa dampak negatif baik bagi kelestarian lingkungan, maupun masyarakat sekitar hingga adat dan budaya. Pola kehidupan masyarakat jangan sampai berubah drastis ke arah negatif.

“Jadi harus ada upaya kita bersama memproteksi warga lokal khususnya juga generasi muda agar jangan kena imbas negatif apalagi menggunakan narkoba,” kata Dwi Yustiawati.

Untuk itu, pihaknya berharap harus ada lebih banyak ruang dan fasilitas bagi generasi muda Nusa Penida untuk menyalurkan minat, hobi, bakat dan kreativitasnya. Baik misalnya di bidang olahraga, seni budaya hingga dalam konteks enterpreneurship atau kewirausahaan.

“Generasi emas ini harus bersama kita jaga dan selamatkan dari hal negatif yang rentan mereka masuki seperti narkoba, sek bebas hingga jangan sampai kena HIV/AIDS,” katanya mewanti-wanti.

Pemerintah daerah juga diharapkan terus berkoordinasi intensif dengan BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Klungkung melakukan pola-pola pencegahan masuknya narkoba ke kawasan ini.

“Kami juga apresiasi Pemkab Klungkung yang gencar menertibkan kafe remang-remang yang bisa jadi pintu masuk peredaran gelap narkoba,” imbuhnya.

Di sisi lain, edukasi dan sosialisasi kepada generasi muda baik di lingkungan sekolah hingga di masyarakat dan banjar juga diharapkan terus digencarkan.

“Sedikit saja kita lengah atau abai, maka masa depan generasi emas ini jadi taruhannya. Kita tentu tidak ingin masa depan mereka suram,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BNNK Klungkung meningkatkan sinergi dengan Pemkab Klungkung untuk mencegah dan mengurangi angka peredaran gelap narkoba di daerah ini, utamanya di Kecamatan Nusa Penida. BNNK Klungkung juga memberikan perhatian khusus terhadap kepulauan Nusa Lembongan yang dianggap sebagai titik paling rawan masuknya narkoba.

Kepala BNNK Klungkung AKBP Dewa Made Alit Arta berharap sinergisitas ini semakin kuat mendukung mewujudkan Lembongan dan Klungkung umumnya bebas dari peredaran narkoba.

Sementara Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menegaskan kesiapan untuk bersinergi. Bupati juga sudah bertindak tegas terhadap ruang-ruang yang disinyalir bisa jadi “sarang narkoba” dan pintu masuknya narkoba ke daerah Klungkung. Misalnya menutup kafe remang-remang yang juga keberadaannya meresahkan masyarakat.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat Klungkung berperan aktif melakukan pencegahan. Termasuk responsif dan cepat melaporkan indikasi kegiatan atau transaksi narkoba di lingkungannya kepada pihak berwajib, baik kepolisian ataupun BNNK. (Red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan