RegionalTeras Berita

Akibat Digigit “Lelipan” Raksasa, Sutama Dirawat di Rumah Sakit

Foto - Dewa Made Sutama (46) ditemani sang istri.(Ist)

JEMBRANA – Naas dialami oleh Dewa Made Sutama (46), warga Banjar Bungbungan, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Buruh serabutan yang tercatat sebagai warga kurang mampu ini harus dirawat intensif di RSU Negara karena telapak kaki kanannya bengkak dan tidak bisa digerakan lantaran digigit “Lelipan” (kelabang) raksasa.

Nyoman Arniati (42) istri korban ditemui di Sal D RSU Negara saat menemani suaminya tadi sore mengatakan, kejadian yang dialami suaminya sebenarnya terjadi pada Sabtu (20/10/2018) sekitar pukul 11.00 Wita.

Dikisahkan, saat itu dia dan suaminya sedang ada di lokasi awen/kebun yang berada di kawasan hutan Banjar Bungbungan, Yehembang untuk bekerja membersihkan kebun. Saat itu suaminya (korban) sedang menyabit rumput. Tiba-tiba “Lelipan” atau Kelabang berukuran besar (raksasa) masuk ke dalam sepatu boat suaminya.

“Kelabang raksasa itu kemudian menggigit telapak kaki kiri suami saya dan langsung sepatu boat dibuka,” ujarnya, Kamis (25/10/2018).

Kemudian luka pada kaki kiri suaminya hanya diobati dengan minyak tanpa penanganan lebih lanjut. Namun setelah tiga hari kemudian kaki suaminya makin bengkak. Akhirnya dibawa ke Puskesmas Yehembang dan harus opname.

“Kata dokter  kaki suami saya infeksi. Karena bengkaknya semakin besar akhirnya tadi pagi suami saya dirujuk ke RSU Negara. Kaki suami saya seperti melepuh,” kata Arniati.

Arniati mengaku di Bungbungan mereka masuk KK miskin dan tidak punya rumah. Selama ini dia dan suaminya serta kedua anaknya tinggal menumpang di rumah iparnya.Kami masih numpang sama ipar. Dia berharap suaminya segera sembuh sehingga bisa bekerja kembali.

“Saya binggung kalau suami saya lama di rawat siapa yang bekerja cari makan. Kami hanya mengandalkan penghasilan sebagai buruh serabutan,” tutupnya.(Cok)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan