Hukrim

Baliho #erickout Dirusak, Octav: Cara Ini Tak Ubahnya Seperti Zaman Orba

(Foto : Ist) Baliho #erickout yang dipasang ARAK Bali – Indonesia dirusak orang tak dikenal.

DENPASAR – Baliho berisi #erickout yang dipasang Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Bali – Indonesia di Jalan Veteran seberang Inna Bali Heritage Hotel Denpasar dirusak orang tak dikenal. Bahkan sejumlah spanduk yang terpasang di beberapa ruas jalan juga dirusak.

“Saya tahunya tadi pagi. Dan tentunya saya sangat menyayangkan upaya-upaya pembungkaman suara rakyat dengan cara-cara intimidatif seperti ini,” kata Octav NS selaku koordinator Aliansi ARAK Bali – Indonesia, saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2020) di Denpasar.

Menurut Octav, baliho #erickout berukuran besar yang dirusak dipasang di areal pekarangan miliknya.

Ditambahkan oleh Octav, upaya pembungkaman tidak saja berlangsung di Bali. Di Jakarta, pimpinan Forum Masyarakat (Format) dilaporkan ke kantor polisi.

Pimpinan Format dilaporkan karena dianggap mengganggu kerja pemerintah dalam menangani pandemi virus Corona (Covid-19).

Format sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa dengan memasang spanduk bertuliskan Erick Out di depan sejumlah kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Dengan kejadian tersebut kata Octav hal ini mengingatkan dirinya ketika zaman order baru, di mana partisipasi rakyat kepada negara dalam bentuk kritik sangat dibatasi dan upaya pembatasannya cenderung intimidatif seperti pembredelan media, isu subversif, dan lain-lain.

“Saat ini dalam semangat reformasi yang diusung oleh Presiden Jokowi dalam program nawacitanya seolah-olah dinodai pula oleh pihak-pihak yang tidak senang terhadap kritik rakyat kepada menteri BUMN Erick Thohir,” ucapnya.

Sebelumnya, Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Bali – Indonesia menggelar aksi dengan memasang baliho, baner dan spanduk berisi #erickout di jalan-jalan protokol di Denpasar. Mereka menganggap Erick Tohir gagal menjalankan amanatnya sebagai Menteri BUMN.

“Kenapa kita mengatakan Erick gagal, kenapa kita untuk meminta Erick out, karena ketika Pilpres 2019 kita yakin Jokowi mampu mewujudkan Nawa Cita nya, dengan syarat Jokowi harus dibantu oleh menteri-menteri yang memiliki kapasitas kerja, menteri-menteri yang tidak pencitraan saja dan menteri-menteri yang tidak buat gaduh saja,” ucap Octav NS selaku koordinator Aliansi ARAK Bali – Indonesia, Selasa (22/9/2020) di Denpasar.

Ditambahkan pula, saat ini lebih dari 4.000 pekerja BUMN di PHK, serta ratusan karyawan lainnya tidak dibayar gajinya selama berbulan-bulan.

“Parahnya lagi, belasan ribu karyawan BUMN yang masih bekerja gajinya dipotong dan tidak dibayar utuh,” ujarnya dengan didampingi Sekretaris ARAK Bali Kadek Agus Ekanata.

Tidak hanya itu ungkap Octav, Erick Tohir yang diangkat sebagai Ketua Pelaksana Penanggulangan dan Penanganan Covid-19 telah gagal total.

Saat Erick Thohir ditetapkan menjadi Ketua Pelaksana PEN dan Penanganan Covid-19 tanggal 20 Juli 2020, korban meninggal akibat Covid 19 berada diangka 4.239 orang dan yang tertular 88.214 orang. 70 hari kemudian, 20 September korban corona meninggal 9.444 orang atau naik 118 persen, yang tertular 240.687 orang atau naik 172 persen. (awd)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan