RonaTeras Berita

Barong Landung dan Barongsai Meriahkan HUT PSMTI Bali

Foto - HUT PSMTI. (Ist)

DENPASAR – Kolaborasi Barong Landung, Barong Kat dan Barongsai memeriahkan puncak peringatan HUT ke-19 Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bali. Acara tersebut juga dirangkai dengan perayaan Imlek 2570 dan Pertemuan Arisan Kekeluargaan PSMT Bali.

“Kegiatan bertemakan “Melalui Akulturasi Budaya, Kita Jaga Persaudaraan & Persatuan Untuk Bali Yang Tentram & Damai” ini diharapkan dapat meningkatkan spirit kekeluargaan PSMTI Bali dan segenap komponen masyarakat Bali,” ucap Ketua PSMTI Bali Hendra A. Wasita saat ditemui di Hongkong Garden Denpasar, Sabtu malam (16/2/2019).

Menurut Hendra, tema yang kandungannya tidak klise ini merupakan bagian dari upaya  mengangkat sejarah Dalem Balingkang di Bali. Dimana sosok Barong Landung merupakan bukti nyata akulturasi budaya budaya Bali dan Tionghoa atau perpaduan dua budaya yang kemudian menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan unsur-unsur asli dalam budaya tersebut.

“Barong yang menggambarkan pria tinggi hitam adalah Sri Jaya Pangus. Wanita yang putih, sipit adalah Putri Kang Cing Wie.  Sayangnya legenda Barong Landung nyaris tak dikenal warga Bali dan warga Tionghoa di Bali. Karena itulah kami angkat kembali salah satunya dengan tarian kolaborasi Barong Landung, Barong Kat dan Barongsai untuk mengingat bersatunya dua leluhur dalam akulturasi budaya,” ungkap Hendra.

Dalam kesempatan tersebut, ia menerangkan salah satu agenda PSMTI Bali ke depan adalah mengangkat dan menelusuri kembali sejarah Balingkang agar generasi muda negara Indonesia khususnya Bali dan Tiongkok bisa tahu dan cinta terhadap sejarahnya dan hubungan kedua negara agar rukun dan harmonis.

“Kami akan teliti secara ilmiah sejarah Balingkang sebab masih banyak ketidakpastian dan banyak versi cerita Raja Sri Jaya Pangus dan Putri Kang Cing Wi. Kami akan undang akademisi, tokoh agama dalam seminar Balingkang dan minta dukungan pemerintah untuk mencari data kesejarahan dan kebudayaan yang valid,” ungkapnya.

Ketua Panitia Putu Sudana mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan menyambut peringatan HUT ke-19 PSMTI Bali dan perayaan Imlek 2570. Di antaranya bantuan beasiswa rutin tiap bulan kepada siswa warga Tionghoa.

“Ada juga bansos dengan membagikan parcel Imlek berupa sembako pada warga Tionghoa di Denpasar. Serta akan digelar donor darah secara serentak di Indonesia pada bulan Ramadhan 2019 nanti,” ucap Sudana.

Acara yang diawali dengan menyalakan kembang api tersebut dihadiri ratusan tokoh, warga Tionghoa di Bali, Ketua INTI Bali, Ketua Kadin Bali, perwakilan Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali serta tokoh lintas agama di Bali.(Agw)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan