banner 728x250

Berdalih Ambil Uang Untuk Beli Susu, Ismaya Enggan Akui BB 

  • Bagikan
(Foto/Ist)
banner 468x60

DENPASAR – Ketut Putra Ismaya Jaya alias Ketut Ismaya (43) berkelit dan membantah mengambil tempelan sabu saat ditangkap Sat Resnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali di depan Kantor Pos di Jalan Seroja, Denpasar Utara.
“Saya tidak mau mengakui karena barang bukti bukan milik saya. Ndak ada saya menyentuh barang bukti. Tes urine saya juga negativ,” kata Mantan Sekjen Ormas Laskar Bali ini saat digelandang petugas menuju sel Mapolresta Denpasar, Selasa (21/5/2019).
Ismaya mengaku saat akan ditangkap oleh petugas, Rabu (15/5/2019) sekitar pukul 04.00 Wita ia berusaha kabur karena sempat melihat beberapa orang berbaju hitam membawa besi mengejarnya.
“Saya kan sudah keluar dari organisasi saya Laskar Bali, jadi takut nyawa saya terancam. Ketika melihat tiga orang membawa besi, saya berlari sekitar 100 meter sebelum ada tembakan peringatan,” ucapnya.
Calon anggota DPD RI yang gagal lolos ke senayan ini juga mengaku pergi ke ATM hendak mengambil uang Rp500 ribu. Uang tersebut dikatakan untuk membeli susu anaknya.
“Saya ngambil uang di ATM Rp500 ribu untuk beli susu anak, sama pagi-pagi mau dipakai untuk belanja karena embako di rumah habis,” ucapnya.
Meski Ismaya bersikukuh mengatakan tidak pernah menyentuh barang bukti, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan menegaskan tidak membutuhkan pengakuan dari tersangka.
“Silahkan tersangka mengelak, mau mengatakan apa juga itu haknya, tapi kita sudah punya bukti dan saksi-saksi untuk kasus ini,” kata Kapolresta saat ekspose kasus penangkapan Ismaya.
Kombes Ruddi menerangkan, pengungkapan bermula dari adanya informasi dari masyarakat jika di Jalan Seroja (depan Kantor Pos) Denpasar Utara sering digunakan untuk transaksi narkoba. Sepekan melakukan penyelidikan, Rabu (15/5/2019) sekitar pukul 04.00 Wita, petugas melihat dua orang berboncengan sepeda motor masuk ke halaman Kantor Pos.
Seorang laki-laki yang dibonceng terlihat turun dan masuk ke dalam mesin ATM mandiri yang ada di areal Kantor Pos, sedangkan yang membonceng berada di atas sepeda motor dengan kondisi mesin masih hidup. Tak lama kemudian laki-laki tersebut berjalan menuju plang ATM Mandiri yang berjarak sekitar 10 meter.
“Setelah itu dia mengambil sesuatu di bawah plang ATM dan membawanya berjalan ke arah sepeda motor. Anggota yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak hendak melakukan penangkapan. Tapi orang itu lari sambil membuang sesuatu digenggaman tangan kanannya ke jalan,” jelas Kapolresta.
Kombes Ruddi menerangkan, disana baru diketahui bahwa orang yang ditangkap adalah Ketut Ismaya, mantan Sekjen Ormas Laskas Bali. Terkait orang yang memboceng Ismaya menggunakan sepeda motor, Kapolresta menjelaskan orang tersebut dilepas karena mengaku tidak tau jika Ismaya akan mengambil paket sabu. (awd)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *