EkbisTeras Berita

BI: Pengembangan Bawang Putih Upaya Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor

Panen perdana bawang putih Kelompok Tani Manik Pertiwi, di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Selasa (25/9/2018).

BULELENG – Seiring dengan membanjirnya bawang putih impor, terjadi penurunan produktivitas tanam yang signifikan. Lamanya budidaya yang memakan waktu hingga 120 hari untuk pembenihan, serta murahnya harga bawang putih impor di pasaran menyebabkan para petani hanya melakukan budidaya bawang putih untuk konsumsi sendiri.

“Penurunan ini juga telah menjadi perhatian Pemkab Buleleng yang kemudian menindaklanjutinya dengan berbagai inisiatif pengembangan di antaranya seperti pengembangan kawasan lahan bawang putih, hingga Gerakan pengendali organisme pengganggu tanaman di berbagai subak,” ungkap Kepala KPw BI Bali, Causa Iman, di sela panen perdana bawang putih Kelompok Tani Manik Pertiwi, di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Selasa (25/9/2018).

Dengan banyaknya potensi yang tersebar di hampir semua kecamatan dengan dan topografi dataran tinggi di atas 800 m dpl, wilayah Buleleng dapat menjadi sentra pengembangan bawang putih, salah satunya di Desa Wanagiri Kecamatan Sukasada ini. Hal inilah yang menjadi perhatian dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali untuk pengembangan bawang putih, selain sebagai upaya mendukung Pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor yang dapat menggerus cadangan devisa kita.

“Sebagai salah satu program klaster ketahanan pangan Bank Indonesia, klaster baru komoditas bawang putih di Kelompok Manik Pertiwi di Desa Wanagiri ini telah dimulai di lahan 2 ha dengan potensi pengembangan hingga 50 ha. Dengan dukungan penuh yang tertuang dalam dokumen kesepakatan bersama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Bupati Buleleng tanggal 13 Maret 2018, Bank Indonesia mencoba mengembangkan bawang putih di kelompok tersebut,” jelasnya lagi.

Dukungan pun diberikan melalui Program Sosial Bank Indonesia, di mana sampai dengan saat ini telah diserahkan bibit sebanyak 2,4 ton, dan alsintan berupa cultivator, traktor tangan, mesin pemotong rumput, dan kereta dorong. Berbekal keuletan, kerja keras dan keseriusan dari Kelompok Tani Manik Pertiwi untuk menjalankan program pengembangan klaster ketahanan pangan BI, kini kelompok telah dapat melaksanakan panen perdana pada lahan awal 2 ha ini. Sesuai perhitungan kelompok, melalui pengubinan awal telah diperoleh hasil 7,48 ton per ha. “Kita harapkan bersama pengubinan yang akan dilaksanakan oleh BPS kali ini akan memberikan hasil yang baik pula,” imbuh Causa. (red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan