HukrimTeras Berita

BNN Enggan Tiru Negara Lain Legalkan Ganja

(foto – Tim) BNNP Bali menyita barang bukti ganja saat penangkapan

DENPASAR – Indonesia enggan meniru beberapa negara di dunia yang telah melegalkan narkotika jenis ganja. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bahkan secara tegas menolak meski dengan alasan penggunaan ganja untuk keperluan medis.

Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol. Adhi Prawoto saat ditemui usai menyaksikan kegiatan layanan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dan agen pemulihan di Denpasar mengatakan, ada beberapa alasan mendasar pihaknya menolak ganja dilegalkan di tanah air.

Namun yang paling krusial dikarenakan masyarakat Indonesia belum patuh terhadap peraturan yang ada, khususnya persoalan narkoba.

“Kalau dibebaskan gimana, masyarakat kita aja belum patuh. Yang kita khawatirkan nanti malah disalahgunakan. Jadi jangan coba-cobalah,” tegasnya didampingi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI dra. Yunis Farida Oktoris Triana.

Irjen Prawoto tidak menampik selama ini sudah ada pembicaraan terkait hal tersebut. Namun kembali ditegaskan bahwa BNN RI akan tetap menolak jika ganja dilegalkan di Indonesia.

“Terus terang, negara-negara yang sudah terlanjur melegalkan ganja saat ini merasa kecewa dan merasa kecolongan,” tuturnya.

Terkait kegiatan layanan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dan agen pemulihan, Irjen Adhi Prawoto mengatakan, program RBM sudah lama dicanangkan dan Bali menjadi pilot project.

“Tujuan RBM yaitu mengidentifikasi masalah, memberikan edukasi, melakukan penjangkauan untuk mempermudah akses layanan, memberikan dukungan kesehatan dan sosial serta spiritual, melakukan rujukan kelayanan, melibatkan keluarga agar turut serta menjamin bahwa layanan rehabilitasi bisa terus berjalan,” jelasnya.

Dikatakan, adanya program agen pemulihan mempunyai tugas yang terbagi dalam pemantauan, pendampingan serta bimbingan lanjut. Kegiatan tersebut akan dijalankan oleh masing-masing agen pemulihan yang dilatih dan diberi pelatihan.

“Kami berharap semua elemen masyarakat mampu menjadi agen pemulihan untuk menghindarkan diri, keluarga serta lingkungan sekitarnya agar tidak terpengaruh untuk menggunakan narkotika. Klien-klien yang telah menyelesaikan terapi agar tetap dimonitor untuk menjaga pemulihan,” ucap Prawoto.(awd)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan