Hukrim

Bulan Juni, Peredaran Narkoba di Wilayah Denpasar Meningkat

Foto : Polisi tunjukan BB hasil tangkapan. (Tim)

DENPASAR – Di tengah pandemi Covid-19, kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Denpasar bukannya menurun, namun justru semakin meningkat.

Ini terlihat selama satu bulan di bulan Juni 2020, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Denpasar menangkap 26 orang pelaku narkotika.

“Walaupun tempat hiburan banyak ditutup, namun trend penyalahgunaan narkotika masih tinggi,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Kamis (2/7/2020) di Mapolresta Denpasar.

Kapolresta mengatakan, ke 26 orang pelaku yang ditangkap merupakan bandar, kurir dan tukang tempel. Para tersangka disebut belum pernah ditangkap alias bukan residivis.

“Mereka tidak ada yang residivis, baru pertama kali ditangkap,” ucap Kapolresta didampingi Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat.

Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan berbagai jenis narkoba seperti sabu seberat 371,19 gram, ekstasi 125 butir, ganja 439,31 gram, tembakau gorila 12,21 gram, serbuk ekstasi 12,38 gram dan cairan narkoba 2 botol.

Terkait motif, mantan Wadir Krimsus Polda Papua Barat ini mengungkap jika selain faktor ekonomi, sebagaian pelaku merupakan sindikat jaringan peredaran narkoba.

“Kita tetap akan berusaha, dan berupaya serta memastikan bahwa Bali harus zero narkoba,” tegasnya.

Para tersangka yang semuanya berjenis kelamin laki-laki ini dijerat pasal tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun. (awd)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan