RonaTeras Berita

Bunda Putri – “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Mengembalikan Keemasan Perekonomian Bali

Foto - Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ni Putu Suastini (Bunda Putri).

DENPASAR – Selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ni Putu Suastini atau yang kerap dipanggil Bunda Putri, Istri Gubernur Bali I Wayan Koster, ajang Denpasar Festival 2018 rupanya mengusik bathinnya selaku pembina Dekranasda sejauh mana ajang ini bisa memberikan nilai tambah bagi para pengrajin yang hadir dalam Denfest kali ini.

Pasalnya, ia sendiri ingin memastikan, benarkah produk- produk yang ditampilkan dalam ajang ini hasil produksi daerah atau potensi apa selanjutnya yang bisa digali dari Bali.

“Terus terang tyang (saya) selaku Ketua Dekranasda agak sedikit galau akan produk-produk Bali, terutama di sandang ya. Lagipula apakah produk kita sudah unggul dan diminati apa belum,” ucap Bunda Putri yang ditemui di stand Bank Indonesia, Sabtu (29/12/2018).

Lantas ia mencontohkan produk sandang yang dimaksud yaitu “Endek”, saat ini katanya banyak produk endek beredar brandednya Bali, UKM asal Bali pun penjualnya, tapi setelah ditelisik ternyata hanya 20 persennya yang hasil kerajinan Bali, selebihnya hasil fabrikasi.

“Kita ingin membangun usaha yang Swadesi, jadi kita yang produksi dari hulu sampai hilir. Jadi jangan sampai terjadi kemunduran akibat bergesernya jaman,” sebut Bunda Putri mengingatkan.

Yang perlu diingat kata Bunda Putri, warisan kerajinan kita dibangun berdasarkan Swadesi. Hal inilah yang tidak boleh tergerus oleh jaman, bagaimana keberlangsungan usaha yang berbasis kearifan lokal perlu sekali dipertahankan.

“Makanya saya melihat semakin sering diadakannya ajang seperti ini (Denfest, red) selain untuk memotivasi para pengrajin, bagaimana produk lokal lebih bisa diminati. Jadi naiknya tingkat permintaan, pemakaian semestinya produksinya dari kita,” imbuhnya.

Bunda Putri juga meyakini dengan visi-misi Gubernur Koster dalam bidang perekonomian, branded Bali akan kembali terangkat. Bahkan ia mengingatkan, dulu branded Bali sangat terkenal dan mempunyai daya tawar yang tinggi seperti di bidang sandang dan pangan namun untuk memuju ke arah sana tidak bisa dipungkiri peran masyarakat bersama komponen lainnya perlu ditingkatkan.

“Bukan cuma itu kehadiran negara atau pemerintah juga sangat diperlukan, untuk apa?. Regulasi, kebijakan, payung hukum yang berpihak pada masyarakat, supaya produk dan pengrajin kita aman,” tukasnya sembari berujar, diversifikasi usaha menurut Bunda Putri sangat perlu dilakukan dalam meraup peluang dan tantangan kedepan. Misal, anggur yang dulu hanya berbentuk buah segar, kini bisa menjadi minuman (wine, red) pun demikian dengan produk lainnya mesti bisa memberikan nilai tambah.

Terakhir Bunda Putri berharap di Tahun 2019 yang tinggal hitungan waktu, bagaimana mengembalikan kejayaan Bali, mengembalikan masa keemasan Bali.

“Waktu pemerintahan Gubernur Koster yang lima tahun sangat cepat, namun melalui visi misi Gubernur Koster “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” perlahan tapi pasti kejayaan dan keemasan perekonomian Bali bisa diraup kembali,” kata Bunda Putri menutup. (Red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan