EkbisTeras Berita

“Creative Talks” Gerakkan Generasi Muda Dalam Perencanaan Keuangan

(foto – Ist) Creative Talks” gerakkan generasi muda dalam perencanaan keuangan

DENPASAR – Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar creativetalks Pojok Literasi bertajuk “Merencanakan Keuangan Millenials”. Kegiatan yang menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Jouska Indonesia itu diikuti 170 mahasiswa se-Bali.

Hadir sebagai narasumber Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas Tarihoran, Financial Advisor Jouska Indonesia, Roland Hasiholan, dan Kepala LPP RRI Stasiun Denpasar, Sophia Endang Widowati.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary menjelaskan, creativetalks Pojok Literasi bertujuan untuk menggerakkan generasi muda dalam perencanaan keuangan. Menurutnya kemajuan teknologi, salah satunya gawai menjadi sarana yang tepat untuk berkecimpung sebagai wirausahawan pemula.

Ia yakin, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 264,4 juta jiwa, dengan pengguna internet sebanyak 117,7 juta jiwa merupakan pasar potensial.

“Lihat survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), kita melihat bahwa Indonesia ini, kalau Pak Jokowi bilang Indonesia Digital of Asean. Kenapa? Kita yakin bahwa Indonesia ini besar, negara kita negara yang hebat. Perdagangan kita juga besar sekali. Kita punya UMKM itu 60 juta. Sedangkan yang dimiliki oleh Alibaba itu hanya 8 juta UMKM,” ungkapnya kepada peserta creativetalks Pojok Literasi bertajuk “Merencanakan Keuangan Millenials” di ruang Sewaka Mahottama, Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Kamis (1/8/2019).

Kementerian Komunikasi dan Informatika disebut memiliki program 8 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Go Online. Canangan itu ditujukan bagi masyarakat Indonesia, utamanya generasi milenial berkecimpung secara digital.

“Ini bisa kita lihat bahwa promosi digital ini adalah program daripada Kemeterian Komunikasi dan Informatika. Jadi ada UMKM Go Online,” bebernya.

Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan memiliki internet economy sebesar $27 miliar. Sedangkan Presiden Joko Widodo menargetkan, internet economy di Tanah Air bisa tumbuh menjadi $100 miliar pada tahun 2025. Angka itu disebut realistis, mengingat Indonesia saat ini telah memiliki 4 unicorn.

“Boleh sektor lain seperti minyak bumi bisa habis, tetapi ide, kreatifitas, inovasi, mimpi ada dihati kita,” pungkas Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary.(wie)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan