RegionalTeras Berita

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Nusa Penida Ketut Lea Rencanakan Bangun PLTS 20MW

Foto - Ketut Lea (baju putih) bersama tim dan investor dari China. (Ist)

DENPASAR – Pertumbuhan positif pada pemakaian tenaga listrik di Bali menjadi pertanda positif pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali. Pertumbuhan positif ini akan terus bergerak hingga akhir tahun. Dari data PLN menunjukkan peningkatan kebutuhan tenaga listrik Bali diprediksi akan mencapai 6,4 persen. Seperti diketahui pasokan listrik Bali total kapasitas 1.274 MW, sedangkan beban puncak 900,1 MW.

Menyikapi pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik yang fluktuatif di Bali serta isu akan terjadi krisis listrik di tahun 2021, dibutuhkan peran swasta dalam pemenuhan pasokan listrik, terutama dalam menjangkau daerah terluar dari Bali seperti halnya di Nusa Penida. Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Nusa Penida yang notabene daerah tujuan wisata tengah dirancang salah seorang tokoh Nusa Penida, Ketut Lea yang juga seorang pengusaha property.

“Sesuai dengan site plan, 20 ribu meter persegi lahan kita siapkan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Batukandik demi memenuhi kebutuhan listrik Nusa Penida,” ujarnya di Denpasar, Rabu (3/7/2019).

Foto Satelit Lokasi PLTS di Nusa Penida. (Ist)

Lebih lanjut dikatakan Ketut Lea, kapasitas PLTS yang akan dibangun nantinya sekitar 20MW dengan asumsi pasokan listriknya mampu menjangkau daerah terpencil, kebutuhan rumah tangga juga pariwisata. Bahkan untuk memuluskan rencananya, selain menggandeng inveator dari China, ia juga telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar.

“Realisasi awal PLTS Nusa Penida akan mulai membangun 2MW yang akan dikerjakan selama 3 bulan kedepan, kemudian berlanjut hingga mencapai 20MW,” sebutnya.

Ia berharap pembangunan jaringan penambahan pembangkit berbasis energi baru terbarukan dan jaringan transmisi untuk memperkuat sistem kelistrikan bisa berjalan sesuai rencana yang kemudian diharapkan ada transfer energi ke PLN selaku pemasok utama kelistrikan di Bali.

“Transfer energi atau Eksport-Import (Eksim) dengan PLN pun bisa dilakukan bila nanti seluruh jaringan sudah terpasang,” imbuhnya.

Sepertinya totalitas suami dari Anggota DPRD Provinsi Bali terpilih, Kadek Dwi Yustiawati ini tak bisa diragukan lagi dalam membangun perekonomian Nusa Penida, diungkapkan dirinya telah bekerjasama dengan salah satu operator seluler membangun 2 (dua) buah tower transmisi penguat jaringan di Nusa Penida.

“Selain ada daerah yang memang tercover areanya, tentu juga ada daerah “blank spot”. Tentu untuk daerah blank spot inilah kita bangun tower penguat sinyal,” sebut adik dari Made Satria, Anggota DPRD Kabupaten Klungkung terpilih.(wie)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan