banner 728x250

Dwi Yustiawati Dorong Pemberdayaan Perempuan Melalui Industri Kreatif Rumah Tangga

  • Bagikan
banner 468x60

KLUNGKUNG – Banyaknya lahan pekarangan yang tidak dimanfaatkan secara optimal dan tidak banyaknya lahan pekerjaan yang tetap bagi perempuan di Klungkung, Nusa Penida khususnya menjadi keprihatinan tersendiri seorang Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati, S.E. Pasalnya, menurut Dwi Yustiawati potensi perempuan jika benar-benar digali potensinya tidak kalah dengan kaum pria.

“Yang mesti jadi catatan, perempuan itu punya multi talenta, jika ini digali tentu bisa membantu ekonomi keluarganya,” ungkap Caleg DPRD Provinsi Bali dari PDIP No. 3 dapil Klungkung ini dalam pernyataannya, Kamis (7/3/2019).

banner 336x280

Tujuan pemberdayaan perempuan itu sendiri tidak lain dalam rangka penguatan ekonomi keluarga, perlindungan penganekaragaman konsumsi, penyokongan pendapatan keluarga, pemeliharaan kualitas gizi keluarga. Sedangkan Faktor pendorong pemberdayaan perempuan bisa melalui kegiatan adanya penyuluhan, pelatihan, kelompok kerja. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu rendahnya kemampuan perempuan dalam berorganisasi atau berkelompok, faktor ekonomi dan estetika.

“Rekomendasi yang bisa saya sarankan antara lain, penyuluhan secara berkala kepada para perempuan di Nusa Penida, perlunya menggali potensi masing-masing desa, peningkatan produktivitas kerja melalui industri kreatif rumah tangga, memanfaatkan karangan rumah sebagai tambahan penghasilan,” tukasnya.

Menurutnya hal itu yang paling sederhana bisa dilakukan. Artinya, melalui industri kreatif rumah tangga para perempuan yang notabene ibu rumah tangga bisa jadi penyokong ekonomi keluarga.

“Bukan berarti kita mau mengekploitasi perempuan tapi lebih kepada pemberdayaan sebagai bentuk penghargaan,” jelasnya.

Seperti halnya tenun Cepuk Rang-Rang yang banyak dikerjakan para perempuan di Nusa Penida, budi daya rumput laut, perkebunan biji mente, semua itu dikatakan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga atas campur tangan perempuan.
“Apalagi jika di Nusa Penida bisa dikembangkan pertanian bawang, tentu sangat luar biasa. Pasalnya bawang Nusa Penida sangat terkenal, selain bisa dijual dalam bentuk segar juga bisa memberikan nilai tambah jika diolah menjadi bawang goreng dalam kemasan,” ungkap istri Ketut Leo tokoh asli Nusa Penida ini.

Untuk memuluskan itu semua menurutnya memang tidak mudah, tantangan sudah pasti ada, tapi menurutnya bagaimana menyiasati tantangan itu menjadi sebuah peluang. (wie)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *