ParlementariaTeras Berita

Eko Budi Cahyono Geliat Pemberdayaan Perempuan di Bali Lewat Ekonomi Kreatif

Foto - Pak Eko bersama "Panglima Santri" Cak Imin.(Ist)

DENPASAR – Bisnis di sektor ekonomi kreatif terus menggeliat dan akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi Bali yang sangat prospektif bersinergi dengan sektor pariwisata sehingga lahir creative tourism (pariwisata kreatif). Menariknya, sebagian besar pelaku ekonomi kreatif seperti UKM yang melahirkan produk kreatif sebagian besar didirikan dan dikelola oleh kalangan perempuan.

Pendiri Bali Ekonomi Creatif H.M Eko Budi Cahyono, S.E.,M.M.,M.H., yang juga caleg DPR RI dapil Bali nomor urut 2 dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) melihat celah ekonomi kreatif ini sebagai salah satunya upaya strategis untuk pemberdayaan perempuan di Bali. Tujuannya tercipta kemandirian ekonomi di kalangan perempuan dan semakin banyaknya lahir pengusaha perempuan yang tangguh dan berdaya saing global.

“Ekonomi kreatif harus jadi motor penggerak pemberdayan perempuan di Bali. Kemandirian ekonomi di kalangan perempuan juga sebagai salah satu indikator penting mencapai kesejahteraan keluarga,” kata Eko Cahyono di Denpasar, Rabu (21/11/2018).

Eko yang juga pernah mengabdi sebagai Tenaga Ahli Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu menambahkan secara nasional ekonomi kreatif akan menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan besarnya peluang di sektor ekonomi kreatif dan potensi kreativitas masyarakat Bali, Eko Cahyono berharap lebih banyak perempuan yang terjun dan sukses di sektor ini.

Apalagi peluang untuk perempuan di terjun dan sukses di industri kreatif malah sangat prospektif dan terbuka lebar. Sebab peluang usaha di sektor ekonomi kreatif juga kebanyakan bisa berbasis home industry dan dikerjakan dari rumah sambil mengurus keluarga.

“Jadi pemerintah harus menggencarkan progam edukasi dan meningkatkan kesadaran kalangan perempuan khususnya juga di pedesaan untuk berani menangkap peluang yang ada. Berani menjadi pelaku UKM di sektor ekonomi kreatif seperti jadi pengusaha fesyen, kuliner maupun kerajinan dan sub sektor ekonomi kreatif lainnya,” tegas Eko Cahyono yang juga penulis buku ekonomi bisnis “best seller” berjudul “Sukses Ada di Pikiran dan Infrastruktur Ekonomi” itu.

Dengan jumlah yang cukup besar, kaum perempuan di Indonesia khususnya juga Bali tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Mereka kini sudah cukup diperhitungkan sebagai penggerak ekonomi modern seperti ekonomi kreatif.

Data dari Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah pada lamannya depkop.go.id menunjukkan ada sekitar 46 juta lebih pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UKM). Yang cukup menggembirakan, 60 persennya adalah perempuan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam laporan ‘Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif’ disebutkan juga perempuan mendominasi  serapan tenaga kerja di sektor industri kreatif. Kalaangan perempuan secara konsisten menjadi pemain utama industri kreatif sejak 2011.

“Sudah saatnya kalangan perempuan bangkit, berdaya dan mampu mandiri dengan menjadi wirausaha di sektor ekonomi kreatif. Kami di Bali Ekonomi Creatif siap membantu dan mendampingi pengembangan usaha ekonomi kreatif melalui berbagai program pelatihan dan asistensi manajemen,” pungkas Eko yang juga aktif sebagai konsultan ekonomi manajemen keuangan dan properti ini.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan