RonaTeras Berita

Endarwati Cancer Center RSU Prima Medika Gelar Seminar Kanker Payudara

Foto - Seminar kanker payudara di RSU Prima Medika.(Ist)

DENPASAR – Kanker payudara adalah kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan dan merupakan penyebab utama kematian kanker pada perempuan di seluruh dunia dan di lndonesia. Berdasarkan data GLOBOCAN 2018, pada tahun 2018 terdapat sekitar 2,1 juta kasus kanker payudara baru di dunia, dan lebih dari 627.000 perempuan diperkirakan meninggal pada tahun 2018 akibat kanker payudara. 1 Di Indonesia pada tahun 2012, insiden kanker payudara diperkirakan sebesar 48.998 dengan angka kematian sebesar 19.750.2

Prof. Dr. dr. l. B Tjakra Wibawa Manuaba, SpB (K) Onk. FlnaCS disela seminar kanker payudara bertajuk ”Harapannya Dimulai dari Saya” di RSU Prima Medika, Denpasar, Selasa (13/11/2018) mengatakan, sekitar 60-70% pasien kanker payudara datang dalam stadium Ianjut. Pasien dengan diagnosis kanker payudara stadium dini memiliki angka harapan hidup selama 5 tahun sebesar 98%, sementara hanya 24% pasien kanker payudara stadium lanjut memiliki angka harapan hidup selama 5 tahun.

“Penatalaksanaan kanker payudara sejak dini dapat menurunkan risiko kematian, menurunkan risiko kekambuhan, sehingga dapat mempertahankan atau memperbaiki kualitas hidup dan sedapat mungkin, memperpanjang kesintasan,” jelas dr. Manuaba.

Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada menemukan 60 persen pasien kanker di Indonesia datang berobat ke rumah sakit dalam kondisi stadium lanjut. Pada stadium lanjut, sel-sel kanker telah menyebar ke organ tubuh lain, sehingga lebih sulit disembuhkan dan cenderung memiliki perjalanan penyakit (prognosis) yang buruk. 3 Hal ini mengakibatkan penanganan yang tidak optimal dan angka kesintasan rendah.

Selain itu, hal ini juga yang menjadi tantangan di dalam program JKN dimana sebagian besar pasien kanker payudara datang di stadium lanjut dan membebankan pembiayaan yang berujung pada defisit serta beresiko pada kualitas layanan kesehatan sub-standar. Deteksi dan penatalaksanaan kanker payudara sejak dini menjadi solusi untuk perbaiki kesintasan kanker.

Organisasi penyintas kanker payudara, Bali Pink Ribbon, Nancy Donna Sihombing juga menjelaskan, untuk tingkatkan harapan hidup pasien kanker payudara, penanganan kanker payudara stadium dini harus menjadi program prioritas oleh pemerintah melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Setiap pasien harus mendapatkan akses yang merata terhadap perawatan kanker payudara.

“Penanganan Kanker payudara stadium dini perlu juga masuk di dalam pertanggungan JKN, tidak hanya kanker payudara metastasis atau stadium lanjut yang saat ini sudah ditanggung oleh JKN,” sebutnya.

Jika dilihat dari jenisnya, 1 dari 5 wanita yang terdiagnosis kanker payudara merupakan jenis HER2 positif. HER2 positif merupakan jenis kanker payudara yang bersifat agresif yang lebih sering ditemukan pada pasien berusia lebih muda dibanding tipe lainnya. Pada kanker payudara dengan status HER2 positif, human epidermal growth factor receptor 2 (HER2) ditemukan dalam jumlah yang sangat banyak pada permukaan sel-sel tumor.4

dr. Putu Dian Ekawati, MPH , Direktur RSU Prima Medika Denpasar menyatakan kesiapan rumah sakit untuk menjadi One Stop Solution dalam penatalaksanaan kanker di Bali.

”RSU Prima Medika berkomitmen terhadap perawatan pasien kanker payudara. Melalui Endarwati Cancer Center di RSU Prima Medika, kami siap mendampingi pasien melalui setiap tahapan pengobatan dengan pendekatan yang mengutamakan keamanan serta kenyamanan pasien melalui peralatan diagnostik yang lengkap, dokter spesialis onkologi, serta obat-obatan yang mutakhir sesuai standar medis termasuk obat kanker payudara HER2 positif trastuzumab subkutan yang diberikan melalui injeksi sehingga dapat mengurangi waktu pasien berobat dan bisa menggunakannya untuk bersama keluarga dan orang-orang terkasih,” ucapnya.

Kegiatan seminar yang diselenggarakan Endarwati Cancer Center RSU Prima Medika ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengobatan kanker payudara stadium dini untuk perbaiki kesintasan dihadiri sekitar 50 peserta dan kelompok masyarakat penyintas kanker payudara di Bali.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan