RonaTeras Berita

Film Impian 1000 Pulau #1Tiket, 1Manggrove

JAKARTA – Digagas oleh Komunitas Sineas Muda Indonesia (yang berasal dari anak muda usia sekolah dari Cikarang, Jawa Barat) mulai November 2015 disutradarai oleh Naphtali Ivan (19th), ditulis oleh Ernest Lesmana (22th), dengan Produser Kevyn Augusta (20th), Shareen Natalie (19th) serta didampingi oleh Produser dari Kepulauan Seribu, Yayi Puspita Sari (17th) dan Siti Soleha Sari (17th) beserta seluruh kru dari Kepulauan Seribu mengangkat cerita tentang hubungan Galang, seorang Anak Nelayan (Karel Susanteo) yang ingin mengejar mimpi namun ditentang oleh ayahnya (Rifnu Wikana) yang melakukan penangkapan ikan dengan cara Muro-ami, yaitu menangkap ikan dengan cara menumbukkan kepala karang guna menakuti ikan agar keluar dari karang, dampaknya tentu saja punahnya terumbu karang.

“Kisah film ini adalah tentang anda, saya dan kita semua, tentang bagaimana kita sebagai bangsa mengimplementasikan nilai Pancasila, Revolusi Mental dan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan (17 UN SDG’s) secara nyata.” ujar Dr. Rima Agristina selaku penasihat Gerakan 1000, Senin (29/10/2018) di Jakarta. Ia mengajak anak muda untuk mewujudkan rasa kecintaan kepada Indonesia dengan kerja nyata bersama “Kerja Kita-Prestasi Bangsa”.

“Ini semua bukan tentang film, melainkan apa yang kita bisa lakukan setelah film ini dirilis, dampak apa yang kita bisa berikan, dengan #1ticket1mangrove Film Impian 1000 Pulau berkomitmen untuk mengrehabilitasi lingkungan Indonesia,” sebut Naphtali Ivan, sebagai sutradara dari FILM IMPIAN 1000 PULAU.

Sebagai dampak sosial, seluruh keuntungan film akan didedikasikan untuk pengembangan UMKM berbasis Eco-wisata di Kepulauan Seribu, pembuatan sistem Tele Medicine di Pulau Sabira, serta multiplikasi pembuatan Film ataupun TV Series yang dikerjakan oleh anak usia sekolah dalam satu tahun ke depan.

Rifnu Wikana, sebagai salah satu pemain juga menjelaskan kepeduliannya terhadap lingkungan di Indonesia, khususnya Hutan Mangrove.

“Faktanya adalah hutan mangrove menjadi salah satu subjek utama bagi pengembangan lingkungan di Indonesia, sementara kondisi hutan mangrove itu kritis. Padahal Mangrove punya manfaat seperti; mencegah pemanasan global, mencegah erosi pantai, dan habitat perikanan,” kata Rifnu.

Rifnu juga menjelaskan bahwa banyak habitat ikan yang telah rusak di Pulau Seribu, yang juga diangkat ke film.

“Maka dari itu kita memulai campaign 1ticket1mangrove,” imbuhnya.

Pemutaran perdana film ini rencananya akan dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah dan Ketua OSIS se-Jakarta serta beberapa undangan dari kalangan pemerintah yang juga telah memberikan dukungan dalam pembuatan film ini. film impian 1000 pulau ini adalah bentuk komitmen anak muda dari Gerakan 1000 dalam merehabilitasi lingkungan di Indonesia. Setiap pembelian satu tiket film ini sama dengan menanam satu pohon mangrove. Anak-anak muda di Pulau Seribu juga bergabung menjadi volunteer dalam produksi film, diharapkan dapat meningkatkan UMKM di Pulau Seribu. Selain itu, artis senior dan komika Indonesia turut ambil bagian pada film ini.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan