RegionalTeras Berita

Gubernur Koster Paparkan Program Selama 5 Tahun

Foto - Gubernur Bali, I Wayan Koster. (Ist)

DENPASAR – Dalam pidato resmi pertamanya di sidang paripurna acara serah terima jabatan (sertijab) di DPRD Bali, Sabtu (8/9/2018), Gubernur Bali periode 2018-2023, Dr. I Wayan Koster memaparkan berbagai program pembangunan Bali di segala aspek. Meliputi bidang pendidikan, ekonomi, pariwisata, ketenagakerjaan, pembangunan infrastruktur, pertanian, pelestarian lingkungan, pelestarian seni adat budaya, agama, kesejahteraan sosial serta aspek lainnya.

“Saya tidak ada agenda 100 hari. Yang adalah agenda yang harus kita laksanakan dalam lima tahun ke depan. Ada yang bisa selesai satu bulan, enam bulan, satu tahun dan seterusnya,” kata Koster kepada wartawan usai menyampaikan pidatonya.

Di bidang pendidikan, Koster dalam pidatonya menyampaikan akan mewujudkan wajib belajar (wajar) 12 tahun untuk bisa dilaksanakan mulai tahun 2019. Kemudian pendidikan berbasis agama Hindu dari tingkat PAUD sampai SMA/SMK dalam bentuk pasraman informal dan formal.

Foto – Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023, Dr. I Wayan Koster dan Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati usai sidang paripurna acara serah terima jabatan (sertijab) di DPRD Bali, Sabtu (8/9/2018).

“Kami juga dorong dibangun akademi komunitas. Pemda bisa punya perguruan tinggi negeri. Pengaturan akademisnya ikut Dikti. Administrasi kita yang kelola,” terang Koster.

Di bidang ekonomi, Koster akan mendorong keseimbangan struktur pendapatan Bali yang sejauh ini lebih banyak bertumpu di sektor pariwisata. “Ini struktur kurang sehat. Secara bertahap harus kita ubah dan buat seimbang sektor pariwisata dan pertanian,” ujarnya.

Tapi masalahnya, papar Koster, lahan pertanian semakin berkurang akibat tingginya alih fungsi lahan. Jumlah subak juga terus menurun. Debit air juga berkurang. Kondisi ini ditambah rusaknya ekosistem laut dan sungai.

“Ini harus kita recovery ke depan,” tambahnya.

Di bidang pertanian, Koster akan mendorong pertanian organik atau hijau, hingga meningkatkan pertanian hidroponik di perkotaan. Termasuk pertanian gumi banten untuk menyiapkan sarana upakara.

“Pertanian gumi banten harus kita wujudkan agar tidak mendatangkan sarana upakara dari luar,” kata Koster.

Sedangkan di sektor pariwisata, Koster mengedepankan pembangunan pariwisata berkelanjutan dengan pendekatan green tourism. Akan dirancang pula standarisasi berbagai aspek kepariwisataan untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali.

“Sertifikasi pramuwisata juga kita dorong termasuk pola rekrutmennya kita benahi. Selama ini guide lokal kalah saing karena rekrutmen kurang pas,” ujarnya.

Promosi pariwisata juga didorong dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Termasuk dalam memperkuat branding Bali.

“Kabupaten kota jangan buat branding sendiri. Kuatkan branding Bali,” ajak Koster lantas menegaskan Pemprov Bali juga akan memotong kartel dalam industri transportasi pariwisata.

Koster juga akan menata BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan Perusda (Perusahaan Daerah) agar lebih profesional. Termasuk juga memperkuat peran dan fungsi BPD (Bank Pembangunan Daerah) Bali dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Bali.

“BPD harus jadi agen pembangunan ekonomi. Harus ada pembenahan yang progresif,” kata Koster.

Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bali juga akan diversifikasi dengan mencari sumber pendapatan baru. Sebab sejauh ini sebagai besar bersumber dari pajak kendaraan bermotor.

“PAD Bali Rp 3,5 triliun sumbernya dari pajak kendaraan bermotor. Jangan dipaksakan itu agar lebih besar. Dampaknya kalau kendaraan makin banyak maka polusi tinggi. Biaya mengatasi dampaknya lebih tinggi. Maka kita cari sumber pendapatan lain,” terangnya.

Foto – Gubernur Bali I Wayan Koster. (Ist)

Sementara di bidang tenaga kerja, Koster akan meningkatkan kualitas SDM Bali, memfasilitasi pinjaman lunak bagi calon tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri. Termasuk juga menyiapkan Perda Pengaturan Tenaga Kerja Asing untuk melindungi tenaga kerja lokal dan juga merevitalisasi peran BLK (Balai Latihan Kerja).

“Kami fokus peningkatan daya saing manusia Bali. Membangkitkan rasa jengah dan tindih pada Bali, juga pada UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan Pancasila,” tegas Koster.

Di bidang kesehatan, kata Koster, kabupaten yang APBD-nya kecil akan diberikan BKK (Bantuan Keuangan Khusus) agar bisa membangun dan menguatkan Puskemas. Akan diluncurkan juga jaminan kesehatan gratis dengan format Krama Bali Sehat (KBS) yang merupakan pengembangan dari JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara).

“Kami juga akan kembangkan RS Bali Mandara agar punya tata kelola, SDM, sarana prasarana dan infrastruktur yang baik,” ucap Koster yang mantan anggota DPR RI tiga periode itu.

Di bidang sosial, Koster menguatkan implementasi jaminan sosial wajib hingga memberi subsidi upacara ngaben massal. Di bidang adat Koster mencetuskan berbagai program memperkuat desa pakraman. Salah satunya pendanaan agar langsung dari pemerintah ke desa pakraman. Tidak lagi melalui BKK (Bantuan Keuangan Khusus) desa dinas.

“Kami juga tingkatkan bantuan desa pakraman menjadi Rp 300 juta mulai tahun 2019,” ungkap Koster lantas menambahkan desa pakraman juga akan dijadikan basis pendidikan Hindu dan pusat pengembangan adat seni budaya.

Di bidang infrastruktur, Koster akan menggenjot realisasi shot cut Denpasar-Singaraja. Termasuk pula memperjuangkan pembangunan bandara Bali Utara di Kubu Tambahan, Buleleng yang akan segera turun penetapan lokasinya. Hal lain seperti Pembangunan jalan tol Denpasar Gilimanuk hingga pembangunan kereta api (kereta listrik) lingkar Bali.

“Kami juga dorong pengembangan pelabuhan kapal pesiar di Benoa. Kami juga evaluasi apakah tetap ada pengembangan pelabuhan kapal pesiar di Tanah Ampo atau di Amed (Karangasem-red),” ungkap Koster.(red)

 

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan