ParlementariaTeras Berita

Gus Adhi – Tiga Peran Utama Pemuda Dalam Mendorong Pembangunan

AA Bagus Adhi Mahendra Putra -Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan di SMA Negeri 7 Denpasar, Jumat, (7/9/2018).

DENPASAR – Memberikan pembelajaran politik sejak dini adalah penting, terutama di kalangan pelajar. Pemahaman yang benar tentang politik tidak lain untuk menghindarkan paradigma jika politik itu identik kejam, tidak transparan serta tidak satya wacana, mungkin itulah potret politik Indonesia yang terbersit dalam sebagian benak pelajar saat ini. Akibatnya pelajar yang sebagian besar merupakan pemilih pemula, menjadikan politik sebagai momok yang harus dijauhi.

Foto – Workshop kebangsaan di SMA 7 Denpasar.(ist)

Potret tersebut tergambar dalam kegiatan Pendidikan Politik dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan di SMA Negeri 7 Denpasar, Jumat, (7/9/2018). Kegiatan yang terselenggara atas inisiasi Anggota Komisi 4 DPR RI dari Fraksi Golongan Karya, AA. Bagus Adhi Mahendra Putra yang akrab disapa Gus Adhi, dengan menggandeng SMA Negeri 7 Denpasar.

“Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai bidang pembangunan, tiga peran utama pemuda yaitu, sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan. Peran pemuda tersebut di atas merupakan perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional,” ujar Gus Adhi.

Cara pandang pemuda terhadap politik tersebut memberikan alasan kuat untuk lebih memberikan pemahaman yang benar terkait politik melalui seminar dan pendidikan politik yang mengkhusus kepada segmen pelajar dan pemuda, seperti yang diselenggarakan di SMA Negeri 7 Denpasar.

Partisipasi politik pemuda sangat diperlukan agar kemunculan pemuda dalam keterlibatan politik tidak hanya dengan bermodalkan pembaharuan secara fisik ataupun umur, namun cara pandang kaum muda yang terefleksikan oleh visi dan misi kepemimpinannya juga harus menunjukkan semangat perubahan.

Foto – Gus Adhi di SMA 7 Denpasar.(ist)

Dengan mengoptimalkan kemunculan kaum muda dalam politik, serta dibarengi oleh sebuah semangat perubahan yang diusung, efektifitas sistem multi partai yang merupakan realitas di Indonesia akan secara utuh terwujud.

“Keterlibatan pemuda dalam aktivitas politik secara menyeluruh, jangan sebagai simbol regenerasi secara umur dan fisik, namun secara lebih detail kepada gagasan ideologis pemuda seutuhnya,” tukas Gus Adhi.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan