RegionalTeras Berita

H. Husein Tegaskan Pembangunan Gedung Baru MUI Murni Kepentingan Umat

Foto - (Kiri - Kanan) H. Khadir, H. Husein Ismail, H. Ekky C.

DENPASAR – Melihat kondisi gedung MUI Bali yang lama di Jalan Pulau Menjangan No. 28 Denpasar yang dianggap sudah tidak representatif lagi, rencananya akan dipindahkan ke Jalan Gunung Talang, Denpasar Barat. Kalau tidak ada aral melintang rencananya Gubernur Bali, I Wayan Koster akan hadir melakukan peletakkan batu pertama, Sabtu (26/1). Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Pembangunan Gedung MUI Bali, H. Husein Ismail yang didampingi Sekretaris Umum MUI Bali, H. Khadir dan Ketua Nazir, H. Ekky C.

“Gedung lama kan sudah tidak memadai seiring dengan perkembangan jaman, jadi kita putuskan untuk membangun gedung baru di sini (Jalan Gunung Talang, red). Dan Rencananya Gubernur Koster yang menjadi Gubernur kita semua akan hadir melakukan peletakkan batu pertama,” ujarnya di Denpasar, Jum’at (25/1/2018) disela persiapan acara.

H. Husein menjelaskan keberadaan gedung baru MUI nantinya bisa mengakomodir kepentingan umat. Artinya bukan hanya umat Muslim tapi juga umat lainnya.

“Tidak ada kepentingan apapun dalam pembangunan gedung ini, kita lepas. Tujuannya bagaimana umat bisa dilayani,” katanya.

Semua persyaratan layaknya pembangunan menurut H. Husein telah dipenuhi. Semua proses izin sudah dipenuhi.

“Kami sudah memiliki Izin Mendirikan Bangunan, tidak ada masalah,” katanya sembari memperlihatkan perizinan yang telah dimiliki.

Rencananya dana pembangunan gedung baru MUI akan digali sendiri oleh MUI melalui umat muslim di Bali. Jadi H. Husein menegaskan dalam penggalian dana nantinya tidak ada ikatan dengan pihak manapun.

“Tolong dicatat, penggalian dana nantinya tidak ada ikatan politik, pribadi ataupun organisasi. Jadi murni 100 persen terbebas dari ikatan-ikatan,” tandasnya sembari berujar MUI ini milik umat yang tujuannya adalah untuk mempersatukan umat.

“Kan MUI punya sertifikasi Halal yang dibutuhkan umat lain, jadi itulah salah satu kenapa kita bangun gedung baru,” imbuhnya.

Sejalan dengan apa yang disampaikan H. Husein, Sekretaris Umum MUI Bali H. Khadir juga menegaskan bahwa MUI tidak ada bekerjasama dengan organisasi, ormas ataupun pendakwah yang mengatasnamakan MUI dalam hal penggalian dana.

Dia tidak menginginkan ada salah penafsiran, apalagi di tahun politik yang apa saja bisa jadi isu.

“Saya tegaskan pembangunan ini tidak ada membawa-bawa pendakwah dari luar atau ikatan dengan siapapun, murni semua nanti dari MUI dan itu sudah saya jelaskan ke Kabupaten/Kota. Biar tidak ada salah tafsir,” katanya mengingatkan.

Ketua Nazir (Pengelola tanah wakaf, red) H. Ekky Cules darimlokasi yang sama menimpali, sebenarnya tanah sudah dibeli sekitar 7 tahun yang lalu dan peruntukannya kedepan terbuka untuk semua umat, tentunya di Bali.

“Tidak akan teriris-iris atau terpecah-pecah karena hanya soal penamaan ini. Nama MUI hanya mengidentifikasikan saja kalau umat punya kantor yang baru demi kepentingan umat, baik Muslim ataupun Non Muslim,” lugasnya. Apalagi nantinya di Gedung MUI ini akan ada ruang serbaguna.

“Jadi gedung ini betul-betul jadi sebuah perdamaian, bukan perpecahan,” tandasnya. (red)

 

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan