EkbisTeras Berita

IGAA Inda Trimafo Yudha – Tersingkirnya UMKM Bali di Ajang IMF-WB

Foto - IGAA Inda Trimafo Yudha

DENPASAR – Even besar IMF-WB yang rencananya akan digelar Oktober 2018 mendatang rupanya tidak akan berdampak pada pelaku UMKM di Bali yang notabene pelaku ekonomi kerakyatan. Hal itu diungkapkan Ketua Persatuan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) IGAA Inda Trimafo Yudha atau yang kerap disapa Gek In. Menurutnya hingga kini tidak ada satupun lembaga ataupun instansi yang memfasilitasi bagaimana produk-produk UMKM Bali bisa tampil di ajang bergengsi tersebut.

“Hal ini yang kita sesalkan, tidak diberikannya ruang bagi pelaku UMKM Bali untuk sekedar berpartisipasi mengenalkan produk mereka,” katanya dengan mimik kecewa saat di temui di Denpasar, Kamis (13/9/2018).

Padahal menurut pengakuan Gek In dirinya pernah dihubungi beberapa pihak yang katanya bisa memfasilitasi para UMKM tersebut, namun semua sirna begitu saja.

“Beberapa kali kita dimintakan profil dan lain sebagainya, bahkan kala itu sudah terkumpul 40 UMKM yang menyatakan siap berpartisipasi,” sebut Gek In seraya berujar peminatnya sebenarnya cukup banyak lebih dari 40 UMKM dan mereka sangat antusias karena even IMF-WB dianggap ajang bergengsi dalam memperkenalkan produk mereka.

Karena tidak ada kepastian dari yang mengaku penyelenggara akhirnya Gek In mengambil inisiatif untuk bekerjasama dengan “Bali Collection” pusat perbelanjaan yang ada di kawasan ITDC, Nusa Dua. Tujuannya, tetap berharap agar ada anggota delegasi IMF-WB yang mampir lantas tertarik akan produk-produk UMKM Bali.

“Kebetulan Bali Collection bagian dari PUTRI jadi kita komunikasikan dan mereka siap memfasilitasi. Jadi mau apalagi kalau berharap di venue sudah tertutup kesempatan itu,” sindir Gek In yang juga seorang pengusaha ini.

Namun demikian ia juga merasa bersyukur lantaran kegiatan yang dilakukan bersama Bali Collection bak gayung bersambut dengan hadirnya Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten yang mau turun tangan menfasilitasi para UMKM Bali.

“Kita berterima kasih dengan hadirnya Dinas Koperasi dan Perdagangan Badung yang juga memfasilitasi para UMKM,” katanya.

Lantas ia mengemukakan kekecewaannya lantaran ajang IMF-WB digadang-gadang mampu mengangkat sektor riil, namun nyatanya jauh panggang daripada api.

“Katanya sih semua informasi dan kegiatan terpusat di secara internasional di kantor pusatnya, bukan di Indonesia,” tutupnya.

Foto – IGAA Inda Trimafo Yudha

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan