Hukrim

Ini Tanggapan GTPP Covid-19 Denpasar Tentang “Bisnis” Prostitusi Online Ditengah Pandemi Corona

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.Foto:BNN/ist

DENPASAR | Terasbalinews.com – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menanggapi serius pemberitaan terkait maraknya prostitusi onlie ditengah ancaman covid-19.

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Dewa Rai ini pun berjanji akan menindaklanjuti persoalan prostitusi online ini dan siap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Satpol PP.

Dewa Rai menambahkan, bila hal itu (prostitusi onlie) dibiarkan terus berkembang di masa sekarang ini, dikawatirkan bisa membentuk klaster baru penyebaran covid-19 di Denpasar.

“Sudah pasti prostitusi onlie ini mengabaikan protokol kesehatan seperti sosial distensing. Tapi harus diakui keberadaan pelaku ini sangat sulit untuk dideteksi karena harus melibatkan pihak-pihak yang paham dengan IT,” tegas Dewa Rai, Jumat (12/6) kemarin.

Meski begitu, kata Dewa Rai, ini menjadi atensi bagi tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar. Yang penting, kata Dewa Rai lagi keberadaan prostitusi online ditengah ancaman covid-19 ini bisa hilang apa bila tidak ada pihak yang memanfaatkan “layanan” tersebut.

“Kami tak henti-hentinya menghimbau semua warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Nah yang namanya prostitusi itu sudah pasti melanggar protokol kesehatan, sehingga sebisa mungkin hindari,” katanya mewanti- wanti.

Sepeti diberitakan sebelumnya, prostitusi online terselubung ditengah ancaman pandemi Covid-19 ini dengan memanfaatkan aplikasi di ponsel belakangan ini semakin. Aplikasi tersebut membantu pengguna untuk menemukan teman dan orang – orang disekitar dengan mudah.

Komunikasi dengan memanfaatkan aplikasi ini sebagai sarana transaksi prostitusi ini menjadi satu – satunya cara aman dan mudah disaat larangan tempat hiburan dan Spa beroperasi disaat ancaman virus Corona.

Dari penelusuran, fitur dalam aplikasi ini membuat para lelaki dengan mudahnya bertransaksi dengan wanita yang diinginkan yang ada disekitarnya. Untuk wilayah Denpasar saja, pengguna disekitar dalam jarak sekitar 3 km, mencapai puluhan orang.

Sebagian besar adalah perempuan yang menjajakan diri. Pengguna aplikasi dengan gampang bisa mengetahui, pengguna aplikasi Michat disekitarnya adalah perempuan yang bisa diajak berkencan. Ini bisa dilihat dari kode dalam profil status pengguna seperti, BO, ST, LT, dan sebagainya.(zar)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan