Indeks

Jangan Tambal Sulam! Revitalisasi Pasar Rakyat di Bangli harus Maksimal

  • Bagikan
(Foto/Ist)

BANGLI – Pembenahan demi pembenahan yang dilakukan Pemkab Bangli terhadap beberapa pasar rakyat selama ini harus diapresiasi. Namun, ke depan, pemerintah setempat perlu melakukan revitalisasi lebih maksimal agar keberadaan pasar-pasar rakyat tersebut mampu memberi kontribusi bagi daya saing serta kesejahteraan pedagang dan masyarakat setempat. Hal itu dilontarkan seorang tokoh masyarakat Bangli, Dr.Drh.Komang Suarsana, MMA. kepada media terkait keberadaan pasar di Bangli, Selasa (2/4/2019).

Suarsana yang juga caleg DPRD Bangli dari Partai Golkar itu mencontohkan keberadaan Pasar Kidul dan pasar/ruko yang dibangun terpadu di Terminal Lokacrana Bangli.

“Masyarakat harus mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah atas pasar-pasar itu. Tapi, revitalisasi ke depan harus dimaksimalkan dan terintegrasi. Jangan tambal sulam,” ujar wartawan senior itu.

Seringnya terjadi kebakaran di Pasar Kidul, misalnya, menurut Suarsana adalah akibat belum terintegrasinya dengan baik sistem dalam pembangunan fisik dan fungsi-fungsi ruang, serta penataan sumber daya di pasar itu. Untuk Pasar Kidul yang memiliki keterikatan sejarah sosiologis dengan keberadaan Pura Kehen Bangli, Suarsana berharap ada prioritas pemberdayaan pedagang lokal di tersebut. Termasuk pelibatan desa adat terdekat dalam penataan lingkungan dan penyediaan sumber daya (pecalang, tukang parkir, kebersihan, pemungut retribusi dan pengelola) Pasar Kidul agar lebih cepat dan sigap mengantisipasi segala hal yang tak diinginkan.

Menurutnya, revitalisasi pasar rakyat harus menjadi komitmen untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat, meningkatkan kesejahteraan para pedagang melalui peningkatan omzet, mendukung kelancaran logistik dan distribusi bahan kebutuhan masyarakat dan mendorong terjadinya penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global yang kian terbuka lebar.

“Revitalisasi pasar rakyat harus mampu meningkatkan pendapatan para pedagang. Juga para pelaku ekonomi dan masyarakat sekitarnya. Selain itu juga untuk memudahkan akses transaksi jual beli dengan nyaman,” kata Suarsana yang notabene mantan Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bangli.
Mekanisme pembiayaan revitalisasi/pembangunan pasar rakyat melalui beberapa jalur pendanaan yang bersumber dari APBN dan APBN-P Kementerian Perdagangan RI dinilai cukup meringankan pemkab.

“Dengan model pembiayaan seperti itu, Pasar Kidul dan pasar yang lain selain dari segi fisik juga harus dari sisi ekonomi, sosial budaya dan manajemen,” tegas Suarsana seraya menyarankan Pemkab Bangli yang tengah membangun dan merevitalisasi pasar-pasar rakyatnya untuk merujuk pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2015 yang telah ditetapkan untuk Pasar Rakyat.

Melalui terobosan-terobosan, lanjut Suarsana, manfaat revitalisasi langsung bisa dirasakan oleh masyarakat terutama guna mendukung basis ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat di sekitar pasar.
Suarsana yang caleg DPRD Bangli Dapil Bangli dari Partai Golkar nomor urut 4 berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat setempat terkait keberadaan pasar di pusat kota Bangli.

“Saya juga bertekad menjadi mitra konstruktif Pemkab Bangli dalam mewujudkan program revitalisasi pasar dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tandas caleg asal Br.Blungbang, Kelurahan Kawan, Bangli itu. (red)

 

  • Bagikan
Exit mobile version