HukrimTeras Berita

Jelang Pemilu, Kapolresta Denpasar Gelar Silaturahmi Dengan Takmir Masjid dan Musolla 

Foto - Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan. (ist)

DENPASAR – Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan kembali mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi hoaks menjelang Pemilu Serentak 2019. Hal itu dikatakan Kapolresta saat menggelar silaturahmi dengan para takmir Masjid dan Musholla se Kota Denpasar, Kuta dan Kuta Selatan.

“Hoaks dan berita palsu menjadi topik utama dalam Pemilu kali ini. Saya meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan bahkan ikut-ikutan menyebarkan berita-berita bohong agar suasana tidak menjadi panas,” kata Kapolresta, Sabtu (9/3/2019) di Aula Lantai III Gedung serba guna Pesat Gatra Mapolresta Denpasar.

Terkait dengan adanya upaya oleh kelompok-kelompok tertentu yang berniat mengganti ideologi Pancasila, Kombes Ruddi meminta dukungan masyarakat terutama Takmir masjid di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung untuk bersama-sama menangkal.

“Jauhi dan hindari berita bohong karena bisa membuat persatuan dalam keagamaan, serta kesatuan dan kesatuan bangsa bisa terpecah belah. Saya juga mengimbau kepada para generasi muda untuk menghindari narkoba,” ucap Kapolresta kepada sekitar 100 orang undangan tersebut.

Sekretaris MUI Kota Denpasar, Ashari Muslih yang mewakili Ketua MUI Kota Denpasar mengatakan, keanekaragaman dan perbedaan harus tetap dipertahankan dan dijaga. Jangan karena perbedaan, hal itu lalu digunakan untuk menjatuhkan pondasi bangsa dan negara yang sudah kuat karena adanya banyak perbedaan.

“Mari padukan jiwa kita dan jangan perbedaan dijadikan untuk menjatuhkan umat Islam dan derajatnya di Indonesia. Mari kita berusaha menjaga lingkungan di sekitar kita supaya tetap kondisif menjelang pileg dan pilpres, karena suasana yang kondusif menjadi tanggung jawab masyarakat itu sendiri terutama takmir masjid yang menjadi bagian dari silahturahmi kali ini,” kata Muslih.

(Foto/Ist)

Ia menambahkan, sebagai umat Islam yang selalu memegang prinsip perbedaan dalam kehidupan di masyarakat, di dalam Pemilu perbedaan seharusnya terjadi hanya di bilik suara namun setelah itu tetap memegang rasa persatuan dan kesatuan.

“Kami mengapresiasi Bapak Kapolresta yang sudah memfasilitasi kegiatan silahturahmi dengan Ketua Takmir Masjid dan Musholla di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa meningkatkan rasa solidaritas di masyarakatnya karena kita sehati, sejiwa, walaupun tidak se agama di Indonesia tapi ada unsur kemanusiaan dalam diri manusia itu sendiri,” tegas Muslih. (agw)

Tinggalkan Balasan