EkbisTeras Berita

JNE Ajak Pengusaha Lokal Bermitra

Pemberian bingkisan kepada para narasumber dalam acara bincang-bingang KOPIWRITING yang diselenggarakan JNE bersama Kompasiana.

DENPASAR – Sebagai bagian dari dukungan terhadap perkembangan UMKM lokal di Bali agar mampu menembus pasar global, perusahaan jasa kurir ekspres dan logistik, JNE menggelar acara KOPIWRITING bersama Kompasiana dengan tema “Dari Lokal untuk Global” di Aston Hotel Denpasar.

“Bali memiliki banyak produk-produk khas yang dihasilkan IKM atau UKM lokal, sehingga berpotensi dipasarkan maupun dijual di seluruh nusantara dan keluar negeri agar semakin berdampak positif terhadap perekonomian. Dari sisi kapabilitasnya, JNE pun berupaya untuk terus mewujudkan dukungan,” kata Head of Cargo Sales JNE Freight, Reza Arfandy, Kamis (27/9/2018).

Dukungan tersebut kata Reza, seperti memberikan peluang kerjasama kemitraan untuk masyarakat, serta program JLC (JNE Loyalty Card) agar pelanggan mendapatkan benefit dari tiap aktifitas pengiriman. Selain itu, JNE juga memiliki JNE International Service yang siap mendukung pemasaran atau penjualan produk khas Bali ke mancanegera.

Para narasumber dalam acara KOPIWRITING.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, I Gde Wayan Suamba, SE., mengungkapkan, pihaknya berharap kepada pelaku industri di Provinsi Bali dapat memproduksi barang sesuai selera pasar dan laku di pasar baik domestik maupun ekspor.

“Tentunya produk tersebut harus berkualitas baik dan memiliki harga kompetitif. Bukan hanya itu, tepat waktu dalam pengiriman juga mempunyai nilai tambah tersendiri,” ucapnya. Pemilik Beehandycrafts Bali, AAA Mas Utari Noviyanthi yang turut hadir mengungkapkan, tantangan yang dihadapi para pelaku bisnis adalah bagaimana mencari pasar untuk produk kita, kemudian membuat produk yang disukai oleh pasar.

“Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga produksi sesuai order yang kita terima, baik dari segi kualitas dan kuantitasnya, menjaga ketepatan waktu pengiriman, serta inovasi dalam pembuatan produk,” kata pengusaha perempuan yang akrab disapa Gung Mas ini. Sementara, Ni Luh Ary Pertami Djelantik turut berbagi cerita pengalamannya sebagai pelaku bisnis di Bali.

Dirinya mengaku membangun usaha produksi sepatu dengan label Niluh Djelantik ini sejak tahun 2008. Tidak sampai setahun, sepatu buatannya sudah bisa ditemukan di berbagai negara Eropa, Australia, dan Selandia Baru. “Konsisten dalam menjaga kualitas produk, inovasi desain, dan selalu bekerja dengan cinta merupakan semangat yang selalu saya terapkan dalam membuat produknya hingga saat ini,” tuturnya. (agw)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan