ParlementariaTeras Berita

Kadek Dwi Yulistiawati – Ketersediaan Infrastruktur Yang Memadai Kunci Membangun Pariwisata Klungkung

Foto - (Tengah) Ni Luh Kadek Dwi Yulistiawati. S.E. (ist)

KLUNGKUNG – Menurut tokoh masyarakat Klungkung yang juga caleg DPRD Bali dapil Klungkung nomor urut 3 dari PDI Perjuangan Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati S.E., kunci keberhasilan untuk mempercepat pembangunan pariwisata di Klungkung yaitu melalui akselerasi pembangunan Klungkung lewat sektor pariwisata dengan adanya ketersediaan infrastruktur yang memadai. Utamanya ketersediaan akses jalan, air bersih dan listrik di kawasan yang potensial menjadi daya tarik pariwisata kelas dunia di Klungkung. Jadi menurutnya mesti ada extra ordinary effort (upaya dan kerja luar biasa-red) untuk mengakselerasi pembangunan Klungkung dengan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mengembangkan pariwisata Klungkung.

“Klungkung memang menjadi salah satu kabupaten dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang kecil di Bali. Namun kawasan ini menyimpan segudang potensi khususnya di sektor pariwisata yang perlu digali dan dioptimalkan. Diantaranya kawasan Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan (Tiga Nusa),” ungkap Kadek Yulistiawati di Klungkung, Minggu (2/12/2018).

Ia beranggapan dengan tidak tersedianya infrastruktur yang memadai, niscaya pariwisata Klungkung akan stagnan seperti yang selama ini terjadi. Pembangunan infrastruktur yang juga menjadi kebutuhan mendasar masyarakat Klungkung utamanya di kawasan Tiga Nusa ini seperti akses jalan, listrik dan air bersih.

“Tanpa ketiga hal itu, pengembangan pariwisata juga akan mandeg dan jalan di tempat, kesejahteraan masyarakat juga tidak akan meningkat, ini hal penting. Bagaimana wisatawan mau nyaman kalau datang ke suatu tempat yang listriknya kadang hidup kadang mati, jalannya rusak dan air bersih juga susah?” sentilnya.

Kadek Yulistiawati yang merupakan istri dari tokoh masyarakat Nusa Penida Ketut Leo ini menambahkan, banyak tempat dengan pemandangan yang indah dan menawan di Nusa Penida serta menjadi daya tarik bagi wisatawan milenial karena sangat instragramable namun sayangnya arah memuju kesana aksesnya terbatas.

“Misalnya jalan ke Pasih Uug (broken beach-red) benyah latig (rusak parah-red). Padahal pemandangan disana sangat indah,” keluh perempuan kelahiran 11 Desember 1992 ini.

Persoalan jalan, air bersih dan listrik menurutnya harus menjadi prioritas utama untuk dipenuhi di Klungkung khususnya di kawasan Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan ini. Hal itu juga yang mendorong tokoh perempuan muda, sukses, cantik dan cerdas ini mengabdikan diri dan maju nyaleg ke DPRD Bali.

“Masyarakat Klungkung khususnya di Nusa Penida haus pembangunan. Kebutuhan pokok dan utama mereka yakni jalan yang bagus, air bersih dan listrik harus diprioritaskan dipenuhi oleh pemerintah,” kata tokoh perempuan yang bersama suaminya Ketut Leo dikenal sebagai sosok yang dermawan dan sejak lama membantu pembangunan banyak pura khususnya di kawasan Nusa Penida.

Dikatakan pula kawasan Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan sudah banyak dilirik investor untuk pengembangan pariwisata.

“Namun rupanya niat investor ini tertahan akibat infrastruktur yang belum memadai di kawasan ini,” kata tokoh perempuan yang juga pengusaha properti ini.

Dikatakan kunci pengembangan pariwisata adalah adanya 3A yakni atraksi (daya tarik wisata), akses (menuju ke destinasi wisata itu harus bisa ditempuh dengan cepat, nyaman, aman, murah, dan gampang) dan amenitas (seperti akomodasi pariwisata).

“Infrastruktur dan aksesbilitas ini persoalan klasik yang tidak sepenuhnya terpecahkan sampai saat ini untuk mempercepat akses dan pemerataan pembangunan Klungkung daratan dan Tiga Nusa. Ini yang harus kita dorong bersama,” kata caleg perempuan yang juga aktif di Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali itu serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi ini menutup. (red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan