EkbisTeras Berita

Kadis Koperasi – Meningkatkan Kualitas UMKM Melalui SETC

DENPASAR – Dengan digelarnya Sampoerna Enterpreneur Trainning Center (SETC) 2018 yang digelar selama dua hari (15/12 s.d 16/12) diakui Kepala Dinas Koperasi Provinsi Bali, I Gede Indra sangat membantu dan meringankan tugas pemerintah dalam memberdayakan, menguatkan, meningkatkan kelas UMKM Bali. Dengan adanya digitalisasi yang merupakan bagian dari Revolusi Industri 4.0 tidak lagi bisa dipungkiri UMKM Bali mesti meraih peluang yang sangat terbuka lebar caranya dengan meningkatkan sumber daya manusianya, tidak lagi berpikir konvensional.

“Perlu peningkatan kelasnya, kualitasnya, kuantitasnya karena didorong dengan fasilitas teknologi,” sebutnya di Denpasar, (15/12/2018).

Meraup peluang usaha saat ini dikatakan tidak lagi sulit, tapi dimudahkan. Apalagi saat ini pelaku UMKM banyak datang dari generasi milenial yang tidak “gagap teknologi” alias gaptek.

“Tentu akan beda atmosphernya jika generasi milenial terjun sebagai wirausaha. Mereka menguasai teknologi dan informasi,” ujar Kadis Indra.

Sekitar 312 ribu UMKM yang tersebar di Bali dan yang telah dibantu Sampoerna ada sekitar seribuan. Artinya, melalui program pendampingan Sampoerna para UMKM diharapkan bisa naik kelasnya.

“Mereka diajarkan design ulang, ditata ulang, packaging, pemasaran. Prinsipnya jadi lebih modern,” jelasnya.

Kadis yang telah berkecimpung menangani UMKM melalui Dinas Koperasi yang dipimpinnya ini mengakui pula meski tantangan UMKM begitu kompetitif, namun peluangnya sangatlah besar. Hal itu menyangkut peluang pasar dimana untuk Indonesia saja dengan jumlah penduduk yang cukup besar bisa jadi pasar yang potensial, apalagi dibandingkan dengan penduduk dunia.

“Khusus di Bali, potensi wisatawan yang datang ke Bali kan besar, ini peluang yang perlu diraup UMKM kita, baik itu produk barang dan jasa,” katanya mengingatkan.

Kunci untuk meraup peluang bisa juga terus berkreativitas serta melakukan inovasi sesuai dengan permintaan customer.

“Jadi produk-produk itu tidak boleh stagnan. Terus lakukan inovasi, berkreativitas yang disesuaikan dengan selera customer,” imbuhnya.

Dijelaskan pula secara umum sumber daya manusia yang ada di Bali relatif jauh lebih baik dibandingkan provinsi lain. Selain pemerintah juga telah melakukan pelatiha-pelatihan, bimbingan teknis serta pendampingan, kehadiran Sampoern bisa menjadi contoh bagi perusahaan lainnya.

“Saat ini dari sisi jumlah rata-rata 4 persen peningkatan UMKM kita dalam setahun, termasuk generasi milenial di dalamnya,” tutup Gde Indra. (red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan