RegionalTeras Berita

Kadis Peternakan Provinsi Bali, Sesalkan Ditahannya Pengiriman Sapi Bali di Ketapang

(Foto/Ist)

DENPASAR – Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana menyesalkan ditahannya pengiriman sapi Bali di Pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi oleh oknum anggota Pangkalan TNI AL Ketapang, saat keluar dari LCM. Sapi yang dihambat pengirimannya berjumlah 30 ekor.

Menurutnya hal itu tidak perlu terjadi, pasalnya setiap pengiriman sapi asal Bali ke luar pulau Bali pasti dilengkapi dengan dokumen yang sah. “Sangat disesalkan hal itu terjadi, padahal jika merujuk pada Pergub Bali No. 77/2017, kan tidak semestinya pihak Lanal Ketapang melakukan hal itu,” sebut Mardiana saat dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (7/5/2019), sembari menegaskan, apalagi dari sisi dokumen diketahui pengiriman sapi tersebut sudah mematuhi prosedur yang ada.

Memang diakui Mardiana salah satu syarat pengiriman sapi Bali yaitu beratnya minimal 350kg, tapi jika ditemukan sapi yang dikirim beratnya 250kg, sapi ini dikecualikan untuk kegiatan upacara agama seperti menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Selain itu sapi yang dibawah 350kg, biasanya sampai ditempat tujuan akan dipelihara atau digemukkan kembali sebelum dipotong. Kan, waktunya masih sekitar satu bulan lagi,” tukasnya.

Mardiana mensinyalir ada semacam persaingan bisnis, sehingga menggunakan celah Pergub Bali No. 77/2017 untuk menghambat pengiriman sapi Bali ke beberapa daerah di pulau Jawa. Terlepas dari memiliki wewenang menahan apalagi menangkap atau tidak, semestinya jangan Pergub Bali yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi Bali justru digunakan daerah lain untuk mencari-cari kesalahan petani ataupun pengiriman sapi Bali. “Bisa saja oknum itu di PTUN kan, masak menggunakan Pergub Bali untuk menahan pengiriman sapi Bali di daerah di luar pulau Bali. Pergub Bali itu, ya berlakunya di Bali, bukan di Ketapang, Banyuwangi,” sindirnya sembari mempertanyakan kapasitas atau kewenangan oknum TNI AL tersebut menahan pengiriman sapi Bali.

Namun demikian, informasi terakhir yang diterima Mardiana menyebutkan, pengiriman sapi Bali yang sempat ditahan sudah dilepas kembali, setelah adanya kesepahaman kedua belah pihak. (wie)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan