RegionalTeras Berita

Kecak Sarat Makna Tampil Memukau di Ardha Candra

Penampilan memukau kecak dari SMA Negeri 1 Kuta Selatan dan SMK 3 Sukawati di Panggung Terbuka Ardha Candra, Minggu (2/9/2018).

DENPASAR – Dari tradisi Magegobog hingga kisah Cupak dan Grantang tampil memukau di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya, Denpasar, pada Minggu (2/9/2018) malam. Kedua garapan ini membuktikan bahwa kecak memang fleksibel yang dapat mengulik kisah apa saja sebagai alur cerita.

Kedua garapan yang sangat menarik ini dipersembahkan oleh SMA Negeri 1 Kuta Selatan (Magebogbog) dan SMK 3 Sukawati (Cupak Grantang). “Magegobog ini sebuah tradisi yang berkembang di Desa Bualu, Badung,” tutur koreografer sekaligus composer, I Wayan Pradnya Pitala.

Magegobog dilaksanakan untuk menyambut Tahun Baru Saka (Nyepi). Dalam prosesnya ritual Magegobog ini menggunakan sambuk, api takep, papah, bawang, mesui, obor, dan prakpak danyuh sebagai sarana utama dan arak-arakkan sebagai sarana pendukung.

Penampil dari SMA Negeri 1 Kuta Selatan terlihat total termasuk saat melakukan fire dance. Sontak teriakkan penonton memuncak, manakala fire dancer mempercepat tempo gerakannya. Vokal dari garapan kecak ini pun turut menjadi sorotan karena terdengar jelas dan bersemangat.

Para penari penuh totalitas saat tampil di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya, Denpasar, pada Minggu (2/9/2018) malam.

“Untuk mencipatak garapan ini menghabiskan waktu yang lama dan panjang, dan tidak hanya saya saja semua elemen warga sekolah harus terlibat membantu,” terang Pradnya. Proses penciptaan koreo dirinya dibantu I Komang Adi Pranata dan untuk komposer oleh I Wayan Yogiswara Dasa.

Dan, garapan yang tak kalah menarik untuk disimak pada malam itu yakni persembahan dari SMK 3 Sukawati. Sekolah menengah kejuruan di Gianyar yang dulunya dikenal dengan nama Kokar/SMKI ini mengangkat kisah Cupak Grantang dengan judul I Cupak Raja Buung.

 “Kisah Cupak Grantang ini sebenarnya banyak sekali segmen yang bisa diangkat, kami putuskan untuk memilih ini sebab unsur-unsur misalnya hiburan dan pelajarannya lengkap,” jelas I Ketut Budiarta selaku pembina garapan, usai pementasan tersebut.

I Grantang yang disukai oleh seorang putri raja, Ida Raden Dewi, memicu kemarahan I Cupak mengakibatkan I Cupak terusir dari Puri Kediri. Kebahagiaan pun membalut I Grantang dan Ida Raden Dewi yang menikah dan bahagia selamanya.

Garapan kecak SMK 3 Sukawati ini terasa lengkap, sebab unsur bebondresan hingga teatrikal dimasukkan menjadi satu kesatuan garapan kecak yang menghibur. Kedua penampil sama-sama paham, bagaimana sebuah kisah dapat merasuki kecak.

Keduanya pun memiliki ciri khas masing-masing. SMA Negeri 1 Kuta Selatan unggul dengan kedinamisan kecaknya sedangkan SMK 3 Sukawati maju dengan kecaknya yang komplit. Namun, keduanya mampu menyampaikan pesan dalam sajian kecak tersebut.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan