HukrimTeras Berita

Kemajuan Teknologi Pengaruhi Operasi Intelijen

(foto : ist) Analisis dan evaluasi kegiatan operasi intelijen Bidang Teknologi Informasi yang gelar BNPT.

DENPASAR – Perkembangan pesat dalam bidang teknologi mampu mempengaruhi sebuah sistem pada dunia intelijen. Hal itu dikatakan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose saat menghadiri kegiatan Analisis dan Evaluasi Kegiatan Operasi Intelijen Bidang Teknologi Informasi yang gelar BNPT.

“Kemajuan bidang teknologi baik itu teknologi komunikasi, komputer, teknologi informasi serta teknik dan elektronika sangat mempengaruhi sebuah sistem dunia intelijen,” ucap Kapolda, Kamis (12/12/2019) di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Badung.

“Kesemuanya itu bertujuan untuk mencapai keunggulan kegiatan intelijen, informasi intelijen dan manajemen intelijen dalam meningkatkan keunggulan daya gempur di dalam sebuah peperangan intelijen,” lanjutnya.

Menurutnya, konflik berbau sara, aksi terorisme atau kelompok radikal terstruktur, jaringan non terstruktur, penyebaran hoaks, propaganda, sabotase cyber crime, dan kriminal lainnya tidak menutup kemungkinan akan terus terjadi di Indonesia.

“Tentunya ini sangat mengancam kedulatan negara republik indonesia apabila tidak di tangani dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya dalam kegiatan yang dihadiri Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol. Drs. Budiono Sandi, S.H., M.Hum.

Melalui anev dan evaluasi kegiatan operasi intelijen bidang teknologi informasi ini, Kapolda berharap dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas ke depan maupun dalam hal pengambilan keputusan oleh pimpinan, serta tidak akan ada lagi permasalahan-permasalahan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia.

“Saya berharap kegiatan analisa dan evaluasi operasi intelijen bidang teknologi informasi ini dapat berjalan dengan lancar sebagai bentuk antisipasi ancaman di masa yang akan datang,” pungkas Kapolda.

Selain dari BNPT, dalam kegiatan tersebut juga dihadiri elemen terkait seperti dari Bais TNI Mayor INF. Zacky Faruli Harahap, Direktur 3.3 BIN Brigjen Pol. Faisal Thayeb, Direktur Keamanan Negara Baintelkam Polri Brigjen Pol. Drs. Djoko Mulyono, Analis Kebijakan Utama Densus 88 AT Polri Brigjen Pol. Ibnu Suhaendra, Kasubdit Pengamanan Keimigrasian Agus Winarto, serta Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan. (awd)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan