EkbisTeras Berita

Kemenpar Gandeng 132 Brand Sebagai Mitra Wonderful Indonesia

Foto - I Gede Pitana.

BADUNG – Kementerian Pariwisata memiliki program Co Branding yang tujuannya sinergisitas Brand Wonderful Indonesia milik Kementerian dengan pihak kedua dalam memperkenalkan Indonesia di dunia internasional. Pihak kedua itu bisa siapa saja bisa corporasi ataupun pihak yang memiliki kredibilitas, jadi bukan untuk pihak tertentu, begitu diungkapkan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata dari Prof. Dr. I Gede Pitana.

Menurutnya hingga kini yang sudah menjalin kerjasama dengan kementerian pariwisata saat ini sudah mencapai 132 brand. Untuk bisa menjadi mitra Kemenpar, pihaknya memiliki tim kurasi dalam menentukan persyaratan menjadi mitra. Namun demikian tidak semua yang mendaftar untuk menjadi mitra Kemenpar diberikan begitu saja.

“Semua mesti ikuti aturan dari tim kurasi, jadi kita tidak mau kerjasama dengan yang abal-abal,” katanya.

Dari sisi lain Gede Pitana yang hadir dalam pembukaan gerai “Starbucks” di Seminyak, Kuta, Sabtu (12/1) sore yang konon katanya terbesar di Asia Tenggara menerangkan, jika pihaknya juga sedang menjajagi kerjasama dengan perusahaan asal negeri Paman Sam tersebut. Musababya diungkapkan, perusahaan ini memiliki 270 gerai di seluruh Indonesia yang tersebar di 25 kota, termasuk di 25 bandara.

“Kita tahu semua yang biasa “nongkrong” di Starbucks itu kan middle up, mengapa gerai ini tidak kita jadikan promosi pariwisata,” ujar Pitana mengungkapkan kenapa pihaknya gencar menjajaki kerjasama dengan Starbucks.

Kelak jika kerjasama itu terealisasi maka lambang Wonderful Indonesia beserta turunannya akan dijumpai diseluruh gerai. Disisi lain benefit yang diperoleh Starbucks ialah diakui oleh Kemenpar sebagai mitra pemerintah, namun ia menegaskan bikan hanya Starbucks tapi masih banyak juga perusahaan yang lain dan lebih dulu menjadi mitra Kemenpar.

Pitana menampik jika dikatakan pemerintah dalam hal ini Kemenpar “dompleng” tenar dengan perusahaan asing yang bisnisnya menggurita di Indonesia ini.

“Tidak benar itu kesannya kita “dompleng” tenar, yang benar kita lakukan kemitraan, simbiosis mutualisme,” tandasnya.

Pitana percaya ketika brand yang kuat dikawinkan dengan brand lainnya maka keduanya akan saling menguatkan atau istilahnya “mutual supporting”.

“Kita juga lagi bernegosiasi dengan pihak Starbucks untuk bisa menggunakan 270 ribu gerainya yang tersebar diseluruh dunia sebagai cannel promosi Wonderful Indonesia,” ucapnya sembari berujar banyak kerjasama yang masih dalam progress dan berharap terealisasi dalam tahun 2019 ini.

Pitana dalam kesempatan ini menjelaskan juga semua proses kerjasama dengan pihak luar tekait branding ditangani oleh sebuah tim yang namanya Tim Co Branding yang dikordinir oleh Adityawarman dan biasanya penandatangan semua kemitraan dilakukan pada saat Rakornas Pariwisata.

“Bulan Februari mendatang akan banyak penanda tangan kemitraan, saat Rakornas,” tutup Pitana.

Sesaat acara yang dihadiri Menteri Desa, Menteri Komunikasi dan Kementerian Pariwisata serta petinggi Starbucks kurang bernasib mujur pasalnya langit-langit (plafon) pintu masuk depan “ambrol” akibat bocornya atap bocor, sehingga air masuk ke plafon, berat tak kuat menahan beban air, akhirnya plafon jebol. Bahkan ambrolnya plafon sempat menimpa staff even organiser yang tepat berada dibawahnya. (Red)

 

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan