ParlementariaTeras Berita

Ketut Leo Beserta Istri Dwi Yustiawati Fasilitasi Dana Hibah Bupati “Bares” Giri Pasta

(Foto/Ist)

KLUNGKUNG – Setelah sehari sebelumnya, Jum’at (12/4/2019), Bupati “Bares” I Nyoman Giri Prasta menggelontorkan hibah miliaran rupiah di Nusa Penida, kali ini kembali Bupati Badung ini meneruskan safarinya menyerahkan dana hibah di Klungkung daratan atau tepatnya di Kecamatan Dawan, Banjarangkan dan Semarapura, Sabtu (13/4/2019).

Meski diakui cairnya dana hibah Bupati Badung ini tidak terlepas dari perjuangan serta fasilitasi dari Ketut Leo bersama keluarga yakni kakaknya Made Satria dan istrinya Dwi Yustiawati yang selama ini juga dikenal telah berjuang dari uang pribadi untuk membantu masyarakat Nusa Penida.

(Foto/Ist)

Seperti diketahui Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta terus menggulirkan program Badung membangun Bali dari pinggiran dengan tagline “Badung Angelus Buana” Badung berbagi dari Badung untuk Bali. Semua daerah di Bali dibantu untuk pembangunan fisik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pembangunan pura, balai banjar dan upakara bagi masyarakat di Nusa Penida.

Dalam kesempatan ini Giri Prasta didampingi Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa .Tampak hadir juga tokoh masyarakat Nusa Penida seperti Ketut “Leo” Wijaya, I Made Satria yang juga caleg DPRD Klungkung dapil Nusa Penida nomor urut 1 dari PDI Perjuangan, Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati yang caleg DPRD Bali dapil Klungkung nomor urut 3 dari PDI Perjuangan serta para tokoh adat dan perwakilan penerima hibah serta ratusan masyarakat.

Seperti dikutip sebelumnya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya di Nusa Penida mengatakan bantuan hibah kepada masyarakat ini merupakan bagian komitmen untuk meringankan beban masyarakat dalam hal urusan adat dan upakara yadnya umat Hindu.

Giri Prasta menegaskan bantuan hibah hingga bedah rumah ini murni kebijakan politik anggaran Giri Prasta selaku Bupati Badung. Tidak ada kepentingan lain selain membantu meringankan beban masyarakat.

“Saya tidak ada maksud apa-apa. Hanya ingin membantu meringankan beban krama di Nusa Penida. Bagi saya semakin banyak yang diajak bekerja di Nusa Penida semakin ringan beban masyarakat Nusa Penida,” ujarnya.

(Foto/Ist)

Ia pun mengingatkan masyarakat penerima hibah agar dapat memanfaatkan dana hibah ini dengan baik termasuk memberikan laporan pertanggungjawaban dengan benar.

“Ini agar bisa berkesinambungan kita menyama braya. Ke depan kalau ada yang minta dana 5 miliar untuk pembangunan pura itu  CGT (Cenik Gae To),” tandas Giri Prasta. (tim)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan