RonaTeras Berita

Komitmen dan Kiprah I Wayan Rena Membangun Desa Sidakarya

(foto : Ist) I Wayan Rena, SE.

DENPASAR – Berangkat dari pengalamannya yang pernah menjabat Kepala Dusun Graha Santi periode 2004-2014, serta mengusung visi misi dan komitmen untuk melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan sebagaimana yang tercantum dalam dokumen RPJM Desa Sidakarya, I Wayan Rena, SE., tokoh masyarakat yang satu ini tidak diragukan lagi kiprahnya dalam mengelola problematika dan sumber daya di desanya Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan.

I Wayan Rena, SE., yang masuk dalam bursa dalam Pemilihan Perbekel (Kepala Desa) Oktober 2019 mendatang, komitmennya membangun desa ditunjukkan dengan menggandeng masyarakat dalam menggali serta mengelola desanya yang memiliki beragam potensi untuk dikembangkan  di antaranya sektor sosial budaya, pendidikan, ekonomi dan sumber daya manusia.

Diakui, di tengah heterogenitas masyarakat Sidakarya tentu dihadapkan dengan  permasalahan yang cukup kompleks. Meski demikian, desa yang bisa dikatakan merupakan desa pendidikan karena ada beberapa sekolah seperti SMAN 5 Denpasar dan SMKN 2 Denpasar itu, memiliki akar budaya yang kokoh dipertahankan warganya dalam mengatasi persoalan tersebut.

“Pengembangan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat pendidikan, pelatihan, dan bimbingan teknis kepada masyarakat saya yakini dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga Desa Sidakarya,” ucap Rena yang ditemui dikediamannya, Kamis (12/9/2019) sore.

Baginya, tidak ada kata sulit untuk menuju kearah kesejahteraan bagi Desa Sidakarya jikalau semua elemen dan komponen bersatu padu, bekerjasama, gotong royong, dan punya komitmen untuk bersama-sama membangun Desa Sidakarya demi terwujudnya Sidakarya “BERSEMI” yaitu Berbudaya, Sejahtera, Maju, dan Inovatif.

“Saya siap melayani warga seluruhnya dengan baik, cepat dan tuntas,” tegas Rena

Kerap memberikan solusi bagi masyarakat yang tengah menghadapi persoalan, tak dipungkiri banyak masyarakat yang merujuk dirinya sebagai “solving problem”.

Menurut Rena apa yang dilakukan merupakan upaya menciptakan kondisi masyarakat yang tertib dan rukun dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpegang teguh pada prinsip duduk sama rendah berdiri sama tinggi yang menjadi komitmen dirinya untuk “ngayah” dengan tulus dan selurus-lurusnya bagi tanah kelahirannya Desa Sidakarya.

Komitmen I Wayan Rena membangun Desa Sidakarya tak hanya lewat kegiatan sosial bermasyarakat yang telah dilakoninya selama ini. Di sektor seni budaya, pria yang punya segudang prestasi dan penghargaan itu, juga telah menunjukkan loyalitasnya terhadap pelestarian seni yang berbasis kearifan lokal.

Rena mendirikan “Sanggar Seni Citta Kelangen” Denpasar, yang didalamnya berisi aktivitas kesenian seperti gong semara pagulingan, gender wayang, rindik, dan baleganjur.

Melalui sanggar seni yang dimiliki Rena juga turut melestarikan salah satunya tarian yang sangat sakral dan disucikan masyarakat Sidakarya termasuk juga di seluruh Bali yakni Topeng Sidakarya yang berada di Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya. Topeng Dalem Sidakarya yang keramat dan berumur ratusan tahun yang ada di Pura merupakan penyungsungan jagat.

Tentunya, dengan sosial budaya yang masih kuat dipegang, Rena berharap Desa Sidakarya mampu membangun dan menumbuhkembangkan potensi budayanya yang berbasis kearifan lokal.

“Saya punya program kerja dengan pembangunan dan pengadaan sarana prasarana penunjang kegiatan kebudayaan dan pendidikan masyarakat bekerjasama dengan Desa Adat Sidakarya dan kelompok-kelompok seni yang ada disini,” ungkapnya.

Desa Sidakarya merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Dengan luas wilayah 3,89 km², dan jumlah penduduk 26.756 jiwa pada tahun 2016 serta kepadatan 5.243 jiwa/km², desa ini tergolong cukup padat penduduk dengan mobilitas yang bergerak dinamis. (red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan