HukrimTeras Berita

Konsleting MCB Penyebab Awal Kebakaran di Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai

(Foto/Ist)

DENPASAR – Penyebab awal kebakaran area Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai akhirnya terungkap. Dari hasil olah TKP yang digelar Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar, api diketahui pertama kali muncul dari ruang panel listrik di lantai satu Terminal Domestik.

“Lokasi api pertama kebakaran berada di ruang panel, tepatnya pada panel room 102 atau tepatnya pada PPG 1.2 karena kegagalan di miniatur circuit breaker (MCB),” kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan saat ekspose di Gedung Wisti Sabha Bandara I Gusti Ngurah Rai, Minggu (21/4/2019).

MCB kawat meleleh mengakibatkan hubungan pendek arus listrik disertai percikan bunga api listrik yang membakar MCB dan kabel instalasi. Api kemudian menjalar di atas panel room MR 102, plafon ruang check indomestik atau non-Garuda, ruang pemeriksaan X-ray domestik, dan ruang ATM Center.

“Kesimpulannya seperti itu, penyebab awal kebakaran diakibatkan hubungan pendek arus listrik di terminal MCB pada fase R,” terang Kombes Ruddi.

Kalabfor Mabes Polri Cabang Denpasar Kombes Nyoman Sukena mengatakan, analisis tersebut dilakukan setelah melalui pemeriksaan dan olah TKP selama 4 jam. Dari semua analisis urut kabel, disimpulkan penyebab terjadinya api pertama sama, yakni akibat kebakaran hubungan arus pendek.

“Fotonya ada, sudah kami cek semua sehingga bisa dipastikan kebakaran di area Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai masalah listrik, yakni hubungan singkat listrik,” kata Nyoman.

Sementara, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono menerangkan, pihaknya secara rutin melakukan pengecekan sekaligus pemeliharaan di lokasi awal penyebab kebakaran.

“Satu hari tiga kali petugas bagian maintenance selalu mengontrol, mengecek dan sebagainya. Saya sampaikan juga bahwa MCB yang terbakar merupakan kabel untuk lampu ke arah ruang pemeriksaan X-ray domestik,” jelasnya.

Ketika disinggung lamanya proses penanganan hingga kebakaran kemudian meluas, Haruman mengaku banyak faktor yang harus diperhatikan. Jika salah penanganan, maka seluruh operasinal Bandara Ngurah Rai akan lumpuh total.

“Namun kami bersyukur insiden tidak menimbulkan korban jiwa. Kalau kerugian, kita taksir sekitar Rp4 miliar,” ucap Haruman Sulaksono. (awd)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan