RonaTeras Berita

Kontes Ternak dan Panen Pedet 2019 Ajang Komunikasi dan Informasi Peternak Bali

(foto : Ist) Kadis Peternakan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana di lokasi Kontes Ternak dan Panen Pedet 2019.

 

DENPASAR – Dalam rangka melakukan evaluasi dan promosi pembangunan di bidang peternakan, Dinas Peternakan Provinsi Bali akan menggelar “Kontes Ternak dan Pedet 2019 “di Lapangan Kapten Japa, Sanur dari tanggal 13/9 s.d 15/9 2019 mendatang.

Melalui kontes ini diharapkan bisa mendapatkan bibit hewan yang berkualitas sehingga didapatkan mutu genetik ternak yang akan dipelihara dan dikembangkan pada masyarakat. Disamping juga sebagai ajang bertukar komunikasi dan informasi antara peternak yang ada di seluruh Bali.

“Kegiatan ini akan diikuti seluruh fungsi yang menangani peternakan kabupaten/kota se Bali,” ujar Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Wayan Mardiana yang ditemui disela persiapan kontes di Lapangan Kapten Japa Kertalangu, Denpasar, Rabu (11/9/2019).

Dalam kegiatan ini akan ditampilkan sapi-sapi pejantan unggul yang dimiliki oleh dinas peternakan juga yang dimiliki oleh masyarakat.

“Dalam rangka mewujudkan visi misi Bapak Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali kita akan tampilkan ternak sara upakara,” jelas Kadis Mardiana.

Kontes yang diinisiasi Gubernur Bali Wayan Koster dan langsung direalisasikan Kadis Peternakan ini baru pertama kali diadakan juga akan digelar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan sektor peternakan antara lain, lomba menggambar bagi anak-anak, lomba ternak (sapi, kambing, babi), saresehan, lomba menangkap anak babi (ngejuk kucit) juga sosialisasi untuk gemar makan telur. 

“Melalui lomba gambar bagi anak-anak kita ingin menanamkan sejak dini kecintaan mereka akan fauna, hewan ternak khususnya. Juga kita sosialisasikan gemar makan telur yang terkandung protein hewani bagi anak-anak SD dan SMP,” tutur kadis menjelaskan. 

Melalui kontes ini pihaknya berharap bagaimana meningkatkan kesejahteraan para petani menuju peternakan yang modern.

“Ada sekitar 400 pedet dari peserta yang akan hadir dari seluruh kabupaten/kota di Bali,” imbuhnya.

Pedet merupakan ternak sapi hasil teknologi Inseminasi Buatan (IB), jadi anak sapi ini memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kawin alam.

“Nanti juga akan ada sapi pejantan unggul yang kita tampilkan,” tutup Kadis Mardiana yang juga pernah menginisiasi Bali Food Kuliner sewaktu menjabat Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Bali. (red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan