RegionalTeras Berita

Listrik Padam, Bandara Ngurah Rai Andalkan Genset

Arie Ahsanurrohim

DENPASAR – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi salah satu objek vital yang mendapat perhatian penuh dari segala gangguan, termasuk pemadaman listrik. Hal itu ditegaskan Kepala Humas Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, saat dikonfirmasi terkait blackout atau padamnya listrik di seluruh Bali pada Rabu (5/9/2018).

“Terkait dengan listrik padam yang sempat terjadi, dapat kami sampaikan bahwa kondisi bandara aman dan tidak ada persoalan sama sekali,” kata Arie. Pada saat terjadinya blackout tersebut, kata Arie, secara otomatis genset di Bandara Ngurah Rai langsung berfungsi. Karena menurutnya, secara mandatory di bandara tidak boleh terjadi mati listrik.

“Kapasitas genset kami 20.700 kVA (kilo Volt Ampere), sedangkan kebutuhan listrik di Bandara Ngurah Rai cuma 9.000 kVA. Dan genset yang kami miliki stand by terus tiap hari. Tadi juga cuma dua jam kita gunakan genset, setelah itu listrik dari PLN kembali normal,” beber Arie. Jadi, kata dia, masih ada kelebihan dari kapasitas dan kebutuhan listrik.

Sebelumnya, Manajer Distribusi PLN Distribusi Bali, Eko Mulyo HW, mengatakan, 25 persen kebutuhan listrik Bali disuplai dari Jawa. Blackout atau padam total sistem kelistrikan di Bali terjadi karena danya gangguan di PLTU Pacitan, disusul matinya saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) Paiton, serta terganggunya PLTU di Paiton.

“Karena sistem di Paiton padam tiba-tiba, di Bali kehilangan suplai cukup besar hingga terjadi blackout,” terangnya dalam keterangan pers. Untuk penyebab gangguan, pihaknya masih dilakukan investigasi dan akan ada penjelasan resmi dari PLN pusat. “Ini baru pertama kali terjadi di 2018. Tahun 2017 kondisi ini tidak pernah terjadi,” pungkasnya.(agw)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan