NasionalTeras Berita

LSPR Gelar Pelatihan Public Speaking dan Photography Bagi Staf Humas KPPU

Foto - Rizka Septiana dari LSPR. (Ist)

DEPOK – Staf Hubungan Masyarakat (Humas) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengikuti Public Speaking and Photography Class, di Depok, Sabtu (3/11/2018). Kegiatan yang diadakan Biz Communications ini menghadirkan dosen LSPR Jakarta Rizka Septiana sebagai pemateri Public Speaking, Chamad Hojin pemateri Media Handling dan Press Realese, dan Suratman SW pemateri Corporate Photography yang tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kemampuan Staf Humas KPPU dalam berbicara di depan publik melalui pelatihan Public Speaking and Photography Class

“Tugas pokok dan fungsi Humas selalu bersentuhan dengan publik. Bagaimana kita harus memberikan informasi seluas-luasnya secara positif dan jelas kepada publik. Karena itu, kegiatan ini sangat penting untuk kita ikuti,” ujar Kepala Bagian Humas KPPU, M Zulfirmansyah di sela kegiatan.

Salah seorang narasumber dalam kegiatan ini, Rizka Septiana yang menjadi pembicara pertama menjelaskan, untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik bukanlah hal yang sulit.

“Seringnya kita takut duluan, ini persoalan mental. Kemudian kadang kita tak siap karena tak tahu harus bicara apa, ini masalah konten,” ungkapnya.

Namun, kata Rizka banyak juga orang yang menghindar berbicara di depan publik karena tak pernah latihan.

“Jadi kuncinya konten, mental, dan latihan. Semuanya bisa dipelajari dengan mudah,” ujar Rizka yang juga aktif di PERHUMAS sebagai wakil ketua bidang Pengembangan BPC, BPP PERHUMAS.

Sedangkan Chamad Hojin memaparkan bagaimana agar Humas menjalin hubungan baik dengan media dan wartawan. Hal itu penting agar apa yang dikomunikasikan Humas ditanggapi positif oleh media.

“Hubungan antara Humas dengan media dan wartawannya harus dijaga secara baik. Misalnya, Humas memberikan akses mudah bagi media dan wartawan untuk mendapat informasi,” sebut Hojin.

Materi terakhir disampaikan Suratman mengenai fotografi kehumasan, atau corporate photography. Selain pengenalan dasar fotografi, juga disampaikan bagaimana perbedaan antara fotografi untuk media massa dengan Kehumasan atau kepentingan corporate.

Ketiga materi disampaikan secara tatap muka dan simulasi interaktif sehingga para peserta tidak hanya mengetahui teori, tapi juga mempraktekkannya untuk dievaluasi langsung oleh pemateri.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan