FokusTeras Berita

LSPR Tawarkan Program Blended Learning Pertama di Bali

(foto : Tim) Yackie di antara para peserta UKW Angkatan 20 LSP LSPR.

DENPASAR – LSPR kembali memberikan terobosan pilihan program pendidikan di Bali, yaitu Program Blended Learning. LSPR meyelenggarakan orientasi kepada mahasiswa/I baru tahun ajaran 2019/2020 khususnya pada program ini Selasa, 20 Agustus 2019 berlokasi di kampus LSPR Bali, Jalan Raya Puputan no. 140 Renon, Sumerta Kelod, Denpasar.

Blended Learning program adalah program pendidikan yang menggunakan 50 persen offline dan 50 persen online yang diselenggarakan pertama kalinya di Bali oleh LSPR.

“Komunikasi memegang peranan yang penting dalam dunia pariwisata khususnya di Bali. Oleh sebab itu melalui adanya LSPR Bali saya berharap lulusan Ilmu Komunikasi ini dapat berkontribusi menjadi praktisi profesional yang dapat mempromosikan Pariwisata Bali baik dalam skala nasional maupun internasional,” ujar Yackie, General Manager LSPR Bali saat melakukan konperensi pers dihadapan para peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Kamis (22/8/2019) yang digelar oleh LSP LSPR selama dua hari, 21-22 Agustus.

Seperti diketahui konperensi pers ini merupakan salah satu mata uji yang diujikan dalam UKW kali ini.

“Program ini merupakan bukti dukungan kami pada program pemerintah, khususnya pada peningkatan pendidikan generasi muda Indonesia,” tambahnya.

Kegiatan Orientasi mahasiswa/i baru tahun ajaran 2019-2020 ini berisikan gabungan informasi penting LSPR, seperti presentasi seputar akademik, peraturan yang berlaku di LSPR, proses pengisian KRS Online maupun Offline, dan tidak ketinggalan tutorial penggunaan Learning Management System (LMS) dalam penyelenggaraan KBM. Diharapkan mahasiswa/I tahun ajaran baru ini mampu memahami kultur LSPR dan dapat menjalani belajar secara efektif.

Sejalan dengan kegiatan ini, terdapat program familiarisasi Dosen baru yang kegiatannya berisikan presentasi akademik, blended learning overview, peraturan domestik dan LSPR Blended Learning Program Lecturer guidelines, dll. Outcome kegiatan ini adalah agar para dosen dapat beradaptasi dengan proses belajar mengajar di LSPR.

Acara ini merupakan langkah kelanjutan LSPR dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga pengajar Ilmu Komunikasi, LSPR Bali menjalin kerjasama dengan Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi (ISKI). Hal ini juga dilakukan untuk merangkul Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi dalam memberikan kontribusinya di bidang pendidikan. (wie)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan