RegionalTeras Berita

Made Satria – Atasi Krisis Air Berkepanjangan, Nusa Penida Butuh Bantuan Sumur Bor Kementerian ESDM

Foto - Made Satria. (Ist)

KLUNGKUNG – Dalam pemenuhan air bersih di daerah dengan kategori minus air, setiap tahun Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) memberikan bantuan sumur bor air bersih terutama untuk lokasi atau desa yang sulit akan pengadaan air bersih. Bantuan seperti ini tiap tahunnya telah dianggarkan pihak kementerian, namun pelaksanaannya dikordinir oleh Bupati yang dikerjasamakan bersama Komisi VII DPR RI atau komisi yang ada.

Made Satria, salah seorang tokoh asal Nusa Penida menanggapi positif program dari Kementerian ESDM yang daerahnya terhitung minus air bersih. Seperti diketahui, bahwa di Nusa Penida termasuk salah satu daerah minus air dan tergolong selalu terjadi krisis air bersih hampir sepanjang tahun. Hanya disaat musim hujan saja masyarakat Nusa Penida sedikit merasa lega dengan adanya curah hujan sehingga masyarakat bisa menampung air hujan ke bak atau sumur gali tempat tampung air hujan.

“Namun sayangnya, beberapa bulan kemudian begitu musim hujan sudah berhenti, mulai lagi krisis air bersih, hal ini dirasakan terutama hampir di seluruh pedesaan yang belum ada sambungan PDAM yang masuk ke Desa tersebut,” ungkap Made Satria di Klungkung, Senin (17/2/2019).

Made Satria yang juga Caleg DPRD Klungkung dari PDI P sangat mengapresiasi dan mendorong supaya program dari Kementerian ESDM ini bisa direalisasikan di Nusa Penida untuk mengentaskan daerahnya yang selalu menghadapi kesulitan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam.

Disamping itu ia juga menyampaikan, Nusa Penida memiliki beberapa titik sumber mata air dengan debit air yang cukup besar, diantaranya sumber mata air Peguyangan di Desa Batukandik, mata air Temeling di Desa Batumadeg, mata air Seganing di Desa Bunga Mekar, mata air Penida di Desa Sakti dan mata air Tabuanan di Desa Sekartaji.

“Sumber – sumber mata air tersebut apabila bisa dinaikkan atau diangkat dan dialirkan, maka seluruh Desa Nusa Penida tidak akan lagi kekurangan air bersih. Karena itu harapan saya ke depannya adalah supaya sumber-sumber mata air yg ada tersebut bisa digarap juga dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Nusa Penida,” ungkap Made Satria.

Selain itu dikatakan masyarakat Nusa Penida ke depannya tidak hanya sebatas untuk pemenuhan air bersih saja, mengingat masyarakat sebagaian besar hampir sekitar 85% bermata pencaharian sebagai petani, dengan adanya ketersediaan air yg memadai , maka masyarakat bisa bercocok tanam tanpa harus menunggu musim hujan lagi.

“Dampaknya tentu akan bisa dirasakan langsung oleh para petani, bisa bertani secara modern dengan penerapan teknologi pertanian, bisa meningkatkan produksi, dan tujuan akhirnya adalah penigkatan kesejahteraan masyarakat Nusa Penida benar-benar bisa terwujud,” tutupnya. (Red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan