ParlementariaTeras Berita

Made Satria Dukung Kebijakan Bupati Klungkung Meningkatkan Status Puskesmas

Foto - Made Satria bersama iparnya, Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati S.E.(Ist)

KLUNGKUNG – Tokoh masyarakat Nusa Penida I Made Satria S.H., yang juga caleg DPRD Klungkung dapil Nusa Penida nomor urut 1 dari PDI Perjuangan mendukung keinginan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta agar seluruh Puskesmas di Klungkung bisa ditingkatkan melayani rawat inap.

Sebab pelayanan kesehatan masyarakat Klungkung harus mendapatkan penanganan maksimal didukung dengan fasilitas, perlengkapan medis dan tenaga kesehatan yang memadai.

“Untuk meningkatkan pelayan kesehatan masyarakat, saya dukung progam Bupati Klungkung. Semoga peningkatan seluruh Puskesmas menjadi Puskesmas Rawat Inap bisa dipercepat,” kata Made Satria saat ditemui di sela-sela simakrama dengan warga di Nusa Penida, Klungkung, Rabu (9/1/2019).

Namun ia mengingatkan, wacana peningkatan Puskemas Rawat Inap benar-benar harus diimbangi dengan peningkatan fasilitas, perlengkapan medis dan tenaga kesehatan yang memadai.

“Kalau tidak ada fasilitas kesehatan ataupun tenaga medisnya juga mubasir. Ketika masyarakat perlu diminta rawat inap fasilitas dan pelayanannya harus mendukung,” kata Made Satria.

Seperti diketahui saat ini Kabupaten Klungkung memiliki sembilan puskesmas, tersebar di empat kecamatan. Empat diantaranya sudah berstatus Puskesmas Rawat Inap, dimana dua diantaranya ada di Kecamatan Nusa Penida.

Menurutnya walaupun sudah ada dua Puskesmas Rawat Inap bahkan satu RS Pratama di Nusa Penida, Puskesmas Nusa Penida III di Desa Klumpu tetap wajib ditingkatkan pelayanannya menjadi rawat inap.

Terlebih juga dua Puskesmas Rawat Inap yang ada sekarang dan RS Pratama di Nusa Penida belum maksimal baik dari sisi fasilitas, perlengkapan medis maupun tenaga kesehatan sehingga berimbas pada belum optimalnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat Nusa Penida.

“Tenaga kesehatan di Puskesmas maupun di RS Pratama sudah berbuat dan ingin memberikan layanan maksimal tapi karena fasilitas kurang, terpaksa harus merujuk masyarakat ke RSUD Klungkung,” ungkap Made Satria yang bersama iparnya, Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati S.E., yang juga caleg DPRD Bali dapil Klungkung nomor urut 3 dari PDI Perjuangan berkomitmen membangun Nusa Penida.

Khusus untuk RS Pratama Nusa Penida, selain fasilitas dan peralatan medis yang dirasakan masih kurang, keberadaan dokter ahli atau dokter spesialis juga dirasakan masih minim. Sehingga masyarakat yang menderita penyakit tertentu harus tetap dirujuk misalnya ke RSUD Klungkung.

“Fasilitas RS Pratama di Nusa Penida harus dilengkapi dan tenaga medisnya ditingkatkan. Tidak ada dokter ahli. Yang ada kebanyakan dokter baru, dokter baru tamat bahkan ada dokter yang masih magang,” ungkap Made Satria.

Ia pun mengaku pernah punya pengalaman kurang menyenangkan ketika mengantar salah satu anggota keluarganya berobat ke RS Pratama ini. Dimana tidak ada dokter spesialis yang bisa menangani sehingga harus dirujuk ke RSUD Klungkung.

“Tidak ada dokter ahli yang stand by setiap hari. Mereka datang hanya seminggu sekali. Ini sangat merugikan pasien,” kata Made Satria.

Ketika pasien yang semestinya bisa ditangani dokter ahli di RS Pratama Nusa Penida tapi serta merta dirujuk ke RSUD Klungkung, tentu hal ini memberatkan pasien. Selain dari sisi biaya, juga dari sisi jarak dan waktu. Sebab aksesibilitas transportasi dari Nusa Penida ke Klungkung daratan masih menjadi masalah.

“Kita tahu untuk menambah dokter ahli tidak mudah. Mereka mungkin tidak mau bertugas di Nusa Penida. Tidak sebanding antara pengeluaran untuk menjadi dokter spesialis dengan gaji yang diterima di Nusa Penida,” kata Made Satria.

Namun disinilah pemerintah harus mengambil peran dan memberikan solusi. Misalnya dengan memberikan insentif lebih kepada dokter ahli yang mau bertugas di Nusa Penida.

“Pemerintah haru berani memberikan insentif lebih. Kalau tidak, tentu akan sulit,” tandas pria yang juga Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Relawan RJ2P (Relawan Jokowi Dua Periode ) Provinsi Bali itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menginginkan agar seluruh Puskesmas di Klungkung bisa ditingkatkan melayani rawat inap. “Kami sementara tidak akan membangun puskesmas lagi. Puskesmas yang ada akan ditingkatkan semuanya dengan fasilitas rawat inap,” kata Bupati Suwirta belum lama ini.

Tinggalkan Balasan