ParlementariaTeras Berita

Made Satria – Nusa Penida Bisa Jadi Tujuan Wisata Religi Terkenal

Foto - (Tengah) Made Satria. Ist

KLUNGKUNG – Kabupaten Klungkung terdiri dari empat kecamatan, salah satunya Kecamatan Nusa Penida; kecamatan yang berbentuk kepulauan. Ada tiga pulau cukup besar di kecamatan ini yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan.

Nusa Penida memilki banyak objek wisata. Salah satunya yang bisa dijadikan andalan kunjungan wisata serta diminati oleh banyak pengunjung dari Bali daratan, bahkan umat Hindu dari Lombok dan Pulau Jawa pun ada yang berkunjung ke Nusa Penida yaitu wisata religi.

Salah satu yang terkenal di Nusa Penida, tepatnya di Desa Ped, berdiri sebuah kompleks Pura Kahyangan Jagat, yang nilai spritualnya bahkan sampai diakui oleh kalangan Hindu di Bali maupun luar Bali. Pura Dalem Ped, begitu masyarakat menyebutnya.

Adapula Goa Giri Putri Nusa Penida yang juga jadi destinasi wisata spiritual di nusa penida .Goa Giri Putri terletak di Desa Suana, Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Menuju Goa Giri Putri dapat ditempuh selama 20 menit dari pelabuhan Sampalan Nusa Penida. Untuk mencapai Goa Giri Putri, pengunjung harus melalui 110 anak tangga dan saat sampai di atas sana akan terlihat pemandangan laut lepas yang indah, sungguh mempesona .

Berangkat dari keberadaan beberapa tempat suci itulah maka tidak salah jika sebutan pulau seribu pura yang sudah sangat terkenal untuk pulau Bali masih menjadi ikon, begitu diungkapkan salah seorang tokoh Nusa Penida, Made Satria di Klungkung, Jum’at (21/3/2019).

“Kita mendorong melalui pemerintah daerah agar potensi wisata religi di Nusa Penida bisa terus ditingkatkan sebagai alternatif wisata lainnya,” ucapnya.

Menurut Caleg DPRD Klungkung nomor urut 1 PDI P ini, umat Hindu di Bali memegang teguh konsep Tri Hita Karana yaitu menciptakan keharmonisan antara dunia dan segala isinya, antara manusia dan mahluk lainnya, antara manusia dengan alam dan antara manusia dengan Tuhannya.

“Konsep inilah yang selalu membuat wisatawan tertarik untuk terus mengunjungi wisata-wisata yang ada di Bali disamping umat Hindu yang ingin melakukan tirta yatra di Nusa Penida,” imbuhnya.

Hingga saat ini, keberadaan tempat suci di Nusa Penida menjadi salah satu objek wisata spiritual yang paling digandrungi. Namun dari sisi lain Satria juga merasa prihatin, musababnya infrastruktur pendukung yang ada di Nusa Penida belum maksimal terbangun.

“Saya masih meyakini, meskipun ada efek kunjungan dan pembangun namun kekeramatannya tempat suci disana tidak akan terkikis, namun kedepannya pemerintah juga mesti serius membangun infrastruktur sebagai bagian pembangunan pariwisata Nusa Penida secara berkelanjutan,” tukasnya.

Satria juga menambahkan, selain itu ada lagi Pura lain yang memiliki kesakralan yang juga digandrungi oleh para wisatawan religi, antara lain, Pura Batu Medau di Dusun Semaya, Desa Suana; Pura Tunjuk Pusuh di Dusun Tanglad , Desa Tanglad; Pura Puncak Mundi di Desa Klumpu; Pura Dalem Dukut di Br. Sukun , Desa Batukandik; Pura Paluang di Desa Bunga Mekar, Pura Penida di Desa Sakti; Pura Luhur Pusering Jagat Sahab di Desa Batumadeg; Pura Sekar Kuning di Desa Batukandik. (red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan