ParlementariaTeras Berita

Made Satria – Nusa Penida Butuh Investor Yang Peduli Lingkungan

(Foto/Ist)

KLUNGKUNG – Tokoh masyarakat Nusa Penida I Made Satria S.H., yang juga caleg DPRD Klungkung dapil Nusa Penida nomor urut 1 dari PDI Perjuangan mengakui belakangan ini memang pariwisata di kawasan Nusa Penida mulai bergeliat dan dilirik investor. Pasalnya, berbagai keindahan alam dan nuansa sakral serta magisnya di sejumlah tempat ibarat harta karun dan surga yang terpendam bagi pariwisata Bali, untuk itulah Nusa Penida butuh investor yang peduli akan lingkungan.

“Kita terbuka dengan investor tapi tetap selektif. Agar majunya pariwisata Nusa Penida jangan sampai kebablasan dan merusak alam serta menggerus adat budaya dan kita perlu investor untuk mengelola dan mengembangkan pariwisata Nusa Penida,” kata Made Satria saat ditemui di Klungkung, Sabtu (15/12/2018).

Belakangan memang ditemukan sejumlah permasalahan yang melibatkan investor di Nusa Penida yang melakukan pengembangan usaha dengan tidak memperhatikan lingkungan bahkan terkesan “semau gue”.

Misalnya, areal pantai pun dikapling-kapling investor untuk pembangunan akomodasi pariwisata. Beruntung, Sat Pol PP Klungkung, bergerak cepat dan memaksa menghentikan seluruh aktivitas pembangunan di tanah yang ternyata bukan hak milik tapi tanah negara ini.

Kemudian ada juga investor arogan sengaja merusak dan menjebak tanggul pantai di daerah perbatasan antara Desa Pakraman Kutapang dengan Batununggul untuk memuluskan pembangunan water sport di sekitar wilayah itu. Parahnya pembangunan water sport ini juga disinyalir belum mengantongi izin alias bodong.

“Ada investor masuk ke Nusa Penida dan ada beberapa juga yang seolah-olah semena-mena. Investor jangan sampai menimbulkan ekses negatif. Kita harus tetap selektif dengan investor,” ujar Made Satria yang bersama adiknya Ketut Leo sudah lama “ngayah” membantu pembangunan pura di sejumlah wilayah di Nusa Penida.

Diakuinya pariwisata Nusa Penida yang baru mulai menggeliat memang butuh investor yang mau membangun pariwisata dan sektor lainnya. Namun investor harus tetap memperhatikan keamanan dan kelestarian lingkungan alam Nusa Penida. Tidak menggerus dan merusak alam.

“Kalau investor semena-mena dan merusak alam, kita tidak akan terima investor seperti itu jangan sampai menginjakkan kaki di tanah Nusa Penida,” tukas Made Satria geram.

Kondisi besarnya potensi pariwisata Nusa Penida tapi belum tergarap maksimal akibat minimnya infrastruktur ini juga membuat Made Satria tergerak untuk berjuang mengabdi di DPRD Klungkung. Ia melihat ada banyak hal yang perlu dibenahi di Klungkung khususnya di Kecamatan Nusa Penida.

Kesenjangan pembangunan desa satu dan lainya juga menjadi masalah klasik serta persoalan utama dari satu bupati ke bupati lainnya. Made Satria pun sering keliling ke berbagai wilayah di Klungkung dan menyaksikan langsung ironi kesenjangan ini.

“Jadi saya terdorong melakukan sesuatu mempercepat pemerataan pembangunan di Klungkung khususnya di Nusa Penida,” ungkap pria kelahiran Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Nusa Penida, 18 April 1972 silam itu.

Jika ingin membuat masyarakat Klungkung khususnya Nusa Penida sejahtera, mandiri dan maju, kata Made Satria, penuhi kebutuhan dasar masyarakat terlebih dahulu yakni infrastruktur baik jalan, listrik dan air bersih. Hal ini selalu jadi persoalan utama dari tahun ke tahun yang sampai saat ini belum ada solusi optimal.

“Kalau kebutuhan dasar seperti jalan, air bersih dan listrik baik di Kabupaten Klungkung dan utamanya di Nusa Penida sudah diwujudkan baru bisa bicara pertumbuhan ekonomi,” tandas Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Relawan RJ2P (Relawan Jokowi Dua Periode ) Provinsi Bali itu. (red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan