ParlementariaTeras Berita

Made Satria Respon Keluhan Warga Crystal Bay Nusa Penida

Foto - Made Satria. (Ist)

KLUNGKUNG – Tokoh masyarakat Nusa Penida I Made Satria S.H., yang juga caleg DPRD Klungkung dapil Nusa Penida nomor urut 1 dari PDI Perjuangan semakin menjadi harapan dan tumpuan warga Kecamatan Nusa Penida untuk memperjuangkan aspirasi mereka.

Berbagai keluh kesah dan keresahan warga pun disampaikan kepada Made Satria saat tokoh yang dikenal berjiwa sosial tinggi ini turun simakrama. Misalnya saat Made Satria bertatap muka dengan warga di daerah Crystal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, beberapa hari lalu.

Seperti diketahui Crystal Bay merupakan salah satu destinasi wisata paling top di Nusa Penida. Pariwisata di kawasan ini juga mulai bergeliat dan perlahan membawa kesejahteraan bagi warga misalnya mereka bisa berjualan di areal destinasi wisata ini.

Walau memang peningkatan kesejahteraan ini belum terlalu signifikan dan cepat sebab pariwisata di kawasan ini belum terlalu maju dan masih terkendala infrastruktur seperti jalan, air bersih hingga listrik.

Diketahui pula areal di sekitar Crytal Bay ini yang merupakan aset Pemprov Bali kini sudah disewa oleh sejumlah investor namun dengan jangka waktu yang panjang.

“Saya belum tahu pasti, yang jelas disewakan dengan jangka waktu lama, berpuluh-puluh tahun oleh pemerintahan provinsi sebelumnya. Investornya saya juga belum tahu persis. Ini info dari masyarakat,” kata Made Satria saat dihubungi Senin (11/2/2019).

Disinilah warga sekitar mengaku khawatir jika nantinya ada pembangunan yang dilakukan oleh investor di kawasan lahan Pemprov yang disewa ini. Sebab bisa saja malah akan meminggirkan warga lokal. Mereka khawatir tidak akan mendapatkan lapangan pekerjaan hingga tidak bisa berusaha lagi seperti saat ini.

“Warga di sekitar Crystal Bay khawatir dan takut mereka akan tersisih dan jadi penonton ketika investor nanti membangun pariwisata. Apalagi mereka juga tidak tahu bagaimana kesepakatan sewa menyewa lahan Pemprov ini. Apa yang akan dibangun, sama sekali masyarakat lokal tidak dilibatkan,” ungkap Made Satria.

Maka warga meminta Made Satria untuk menjembatani aspirasi warga dan melindungi serta memperjuangkan kepentingan warga lokal ketika nanti ada pembangunan oleh investor. Mereka percaya tokoh yang memang dikenal sudah mengabdi sejak jauh sebelum menjadi caleg ini dapat memperjuangkan aspirasi mereka.

“Aspirasi masyarakat meminta agar Pemprov Bali memperhatikan masyarakat lokal. Begitu ketika investor membangun, jangan sampai mereka tersisih, dan tidak bisa menikmati pembangunan pariwisata” tegas Made Satria.

Menyikapi aspirasi warga ini, Made Satria mengaku akan segera menemui Gubernur Bali atau pejabat terkait misalnya di Biro Aset Pemprov Bali untuk menanyakan kejelasan sewa menyewa tanah aset Pemprov ini dengan pihak investor.

“Saya termotivasi untuk memediasi masyarakat. Kami ingin pastikan kerjasama Pemprov dan investor ini agar pro warga lokal. Akomodir kepentingan mereka agar tidak tergilas, terusir dan tersisih dari tanah kelahirannya sendiri,”ungkapnya.

Made Satria juga meminta investor memaparkan rencana pembangunan pariwisata di kawasan ini dengan juga melibatkan masyarakat setempat dari proses perencanaan hingga nanti realisasinya. Misalnya menyangkut peluang kerja bagi warga lokal.

“Investor tidak boleh seenaknya. Jangan datang ke Nusa Penida tapi malah mengabaikan kepentingan warga lokal,” tandas Made Satria yang bersama adiknya Ketut Leo sudah lama membantu pembangunan pura di sejumlah wilayah di Nusa Penida.(Red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan