Hukrim

Maraknya Prostitusi Online Ditengah Ancaman Virus Corona

DENPASAR – terasbalinews.com | Prostitusi online terselubung merebak di Bali, khususnya di Denpasar saat ini. Bisnis esek – esek ditengah ancaman pandemi Covid-19 ini dengan memanfaatkan aplikasi Michat, aplikasi pesan gratis yang membantu pengguna untuk menemukan teman dan orang – orang disekitar dengan mudah.

Komunikasi dengan memanfaatkan aplikasi ini sebagai sarana transaksi prostitusi ini semakin satu – satunya cara aman dan mudah disaat larangan tempat hiburan dan Spa beroperasi disaat ancaman virus Corona.

Dari penelusuran, fitur dalam aplikasi ini membuat para lelaki dengan mudahnya bertransaksi dengan wanita yang diinginkan yang ada disekitarnya. Untuk wilayah Denpasar saja, pengguna disekitar dalam jarak sekitar 3 km, mencapai 200-an orang.

Sebagian besar adalah perempuan yang menjajakan diri. Pengguna aplikasi dengan gampang bisa mengetahui, pengguna aplikasi Michat disekitarnya adalah perempuan yang bisa diajak berkencan. Ini bisa dilihat dari kode dalam profil status pengguna seperti, BO, ST, LT, dan sebagainya.

Harga atau tarif kencan dengan teman baru pengguna aplikasi Michat, variatif tetapi umumnya masih bisa nego, bahkan sampai setengah harga dari yang tarif yang diminta.

Semuanya tergantung komunikasi. Biasanya sekitar 300 ribu sampai 600 ribu untuk short time.
Setelah sepakat dengan harga, maka wanita selimut hidup ini akan mengirimkan alamat atau share lokasi.

Umumnya, para wanita ini penjaja cinta ini melayani pelanggan di tempat tinggal sementara mereka seperti hotel, apartemen atau kos elit.

Untuk Denpasar dan sekitarnya, ada beberapa hotel di seputaran Jalan Diponogoro, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Teuku Umar. Sedangkan untuk apartemen atau kos elit seperti di kawasan Renon, Jalan Mahendradata, Jalan Teuku Umar Barat tepatnya dijalan Pura Demak dan juga di Jalan Dewi Sri, Kuta.

Adapun, tarif yang ditawarkan rata-rata berkisar Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu untuk sekali kencan. Sementara untuk layanan lebih lama, mulai dari harga Rp 800 ribu hingga jutaan rupiah.

Dari penelusuran dengan mencoba menggunakan aplikasi Michat ini, terungkap bahwa sebagian dari wanita ini adalah mereka yang sebelumnya bekerja di tempat hiburan malam maupun Spa yang ada di Denpasar dan Badung yang saat ini ditutup oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Menurut pengakuan seorang wanita, yang mengaku bernama, Shella, berasal dari Jawa Barat, pelanggannya setiap hari, selain yang didapat dari aplikasi Michat juga pelanggan tetapnya dari tempat kerjanya yang ditutup, yakni tempat hiburan malam yang ada di Denpasar.

Ditanya pelanggannya dari kalangan mana saja, Shella mengatakan, dirinya tidak pernah ingin tahu kerja atau status dari pelanggannya. Tapi, dari usia, ada yang masih sangat muda sekitar 20-an tahun sampai om – om diatas 60-an tahun.

Menurut Shella, banyak temannya yang sebelumnya bekerja di tempat hiburan malam yang akhirnya memanfaatkan aplikasi Michat untuk mendapatkan pelanggan. Sejak tempat kerjanya tutup, praktis tidak punya penghasilan sementara dirinya harus menghidupi keluarganya di kampung.

Perempuan yang masih berumur 24 tahun ini juga mengaku, dirinya tidak menetap lama di apartemen yang ditempati saat ini. “Paling lama, seminggu. Setelah itu pindah cari apartemen atau kos elit lain yang ada di Denpasar atau di Kuta, Badung,” ungkapnya.

Merebaknya prostitusi online yang berlangsung terselubung ini, bukan tidak mungkin, menjadi pemicu bertambahnya jumlah yang terinfeksi virus corona di Bali, khususnya Denpasar dan Badung.

Bayangkan saja, salah satu dari mereka, baik dari wanita pekerja seks komersial ini atau pelanggannya sudah terjangkit virus corona, maka dapat dipastikan penyebaran virus yang menakutkan ini akan tidak terbendung.(zar)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan