Hukrim

Mega, Panglima Hukum Togar Situmorang Patut Dijadikan Panutan

Foto: Mega Rasnawati.

 

 

DENPASAR – Menjadi seorang advokat adalah suatu panggilan jiwa, panggilan yang luar biasa, apalagi profesi advokat merupakan profesi bergengsi.

Hal itulah yang mendorong seorang perempuan, Mega Rasnawati. Perempuan muda kelahiran Sanur, Denpasar, baru saja menamatkan studinya di Fakultas Hukum Jurusan Hukum Perdata Universitas Udayana. Untuk memperkuat keilmuannya, keponakan tokoh masyarakat Sanur, Made Arjaya, ini kembali menempuh pendidikan tinggi S2 Magister Hukum di Unud.

Saat ditemui di Denpasar, pekan lalu , Mega mengungkapkan niatnya menekuni bidang hukum sebagai seorang advokat karena menyadari bahwa profesi seorang konsultan hukum bisa menjadi investasi profesi di masa mendatang.

Guna memperdalam keilmuannya sembari menimba pengalaman, Mega memutuskan untuk bergabung dengan Law Firm Togar Situmorang.

“Beliau adalah sosok yang luar biasa bagi saya, karena beliau selalu mengayomi dan bisa mengajari saya dan Law Firm beliau sudah memiliki badan hukum resmi serta akta notaris, berpusat di Jl. Tukad Citarum No.5A Renon, Jl. Gatot Subroto Timur No.22 Denpasar, Jl.Kemang Selatan Raya Gedung Piccadilly No.99 room 1003-1004,” kata Mega menceritakan alasannya.

Baginya, bergabung di Law Firm Togar Situmorang adalah sebuah kehormatan karena melihat track record advokat dengan sederet prestasi itu yang on the track membela keadilan.

“Ini membuat saya lebih percaya diri dalam melangkah meniti karir ke jenjang nasional karena Law Firm Togar Situmorang sudah mapan tidak seperti kantor hukum lain yang bisa tutup seketika juga berganti nama sehingga sulit mendapat kepercayaan dari masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, menekuni profesi sebagai advokat merupakan panggilan jiwanya ketika menghadapi berbagai persoalan yang timbul di kalangan masyarakat lebih banyak karena ketidaktahuan mereka terhadap produk-produk hukum.

“Menjadi seorang advokat membutuhkan sebuah usaha besar dalam hal komitmen waktu dan investasi finansial. Oleh karena itu, memilih untuk menjadi seorang advokat sangat penting untuk disadari bahwa tidak ada kata cukup dalam belajar,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk menjadi seorang advokat harus memiliki pengetahuan tentang hukum sebanyak mungkin sebelum memulai merintis karir sebagai pengacara.

Mega beralasan memilih bergabung di Law Firm Togar Situmorang karena Ia mengenal sosok Togar Situmorang adalah advokat yang tegas, berdedikasi, berprinsip kuat juga tidak suka “main sogok” demi memenangkan suatu kasus.

“Saya kira ini bergabung dengan Bapak Togar adalah suatu keputusan yang tepat. Semoga kedepan saya bisa memberikan sumbangsih bagi Law Firm Togar Situmorang serta bisa menjadi seorang advokat yang hebat seperti beliau,” harapnya penuh optimis. (tim)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan