RonaTeras Berita

“Menjadi Guru di Hati Siswa” FKIP Dwijendra University Lepas 134 Sarjana

(foto : Ist) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dwijendra University menggelar Yudisium dan Pelepasan 134 sarjana pendidikan periode XXXI.

DENPASAR – Hingga saat ini FKIP Dwijendra University telah melahirkan 2.597 sarjana pendidikan. Mereka tersebar di seluruh Indonesia dan berprofesi lebih banyak menjadi seorang pendidik.

Seiring dengan motto FKIP yaitu “Menjadi Guru di Hati Siswa” diharapkan lulusan FKIP Dwijendra University mendidik anak didiknya menjadi siswa yang unggul dan berprestasi dengan cara yang humanis karena antara siswa dan guru itu harus saling melengkapi.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dwijendra University menggelar Yudisium dan Pelepasan 134 sarjana pendidikan periode XXXI, Rabu (11/9/2019) di Aula Sadhu Gocara Yayasan Dwijendra, Denpasar.

Para sarjana baru itu terdiri dari Program Studi (Prodi) PPKn 66 orang, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah 45 orang, Prodi Pendidikan Guru SD (PGSD) 14 orang dan 9 orang dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Patut diketahui, Prodi PGSD dan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris merupakan lulusan perdana.

“Sebagian besar lulusan kita sudah terserap di lapangan pekerjaan,” ujar Dekan FKIP Dwijendra University Drs. I Made Kartika, M.Si., disela acara yudisium.

Secara kualitatif, prestasi akademik yang ditorehkan lulusan tahun ini  tercermin dalam indeks prestasi kumulatif yang diraih adalah bergerak dari batas interval terbawah 3,0 dan tertinggi 3,78 yang sebarannya bervariatif di masing-masing prodi.

Untuk Prodi PPKn, IPK tertinggi diraih Hermilinda Afrita Dinal dengan IPK 3,65. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah diraih Benedita Rini Rosnita dengan IPK 3,51. Prodi PGSD, IPK tertinggi diraih Dewa Putu Wijana Wiguna dengan IPK 3,77. Sedangkan untuk Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, IPK tertinggi berhasil diraih Luh Putu Yesi Dianingsih dengan IPK 3,71.

I Made Kartika juga mengatakan, tuntutan pendidikan di era yang dikenal dengan sebutan milenial saat ini, sarjana pendidikan dituntut tidak hanya ‘bisa apa’, tetapi harus bisa ‘jadi apa’. Selama delapan semester belajar di bangku kuliah dan ditempa oleh para dosen, maka lulusan sarjana pendidikan FKIP Dwijendra University diharapkan menjadi sarjana yang profesional, kompeten, dan berkarakter.

Untuk mencapai ke harapan tersebut, Dekan I Made Kartika menjelaskan Dwijendra University khususnya FKIP akan memberikan kompetensi tambahan dalam bentuk penguasaan bahasa asing praktis meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin dalam wadah Dwijendra College. Sertifikat yang dikeluarkan Dwijendra College akan menjadi Surat Keterangan Pendamping Ijazah bagi para lulusan.

FKIP Dwijendra University juga tengah merancang proses pembelajaran yang inovatif berbasis IT dengan bekerjasama dengan sejumlah institusi. Tempat pelatihan juga diperluas untuk memberikan kenyamanan bagi calon-calon sarjana pendidikan.

“Tetaplah mengasah diri dengan terus belajar sepanjang hayat, aplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan menerapkan berbagai model pembelajaran yang inovatif sesuai tuntutan jaman,” harap Dekan I Made Kartika.

Sementara itu Rektor Dwijendra University Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA., mengakui kalau lulusan sarjana pendidikan FKIP Dwijendra University memang sangat gampang mendapat pekerjaan baik di pemerintahan, swasta, maupun dengan membuka usaha mandiri terkait kependidikan.

“Semasih di bangku kuliah mahasiswa FKIP Dwijendra University dibekali materi-materi sesuai bidang ilmunya namun juga ditambah materi kewirausahaan. Ketika tamat, maka lulusan tak hanya membawa bekal ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga ilmu berbisnis,” ucap Rektor Sedana.

Dikatakan juga, FKIP dan fakultas lainnya di Dwijendra University selalu menanamkan tiga kecerdasan yaitu kecerdasan pikiran, kecerdasan emosiomal, kecerdasan spiritual. Harapannya, mahasiwa Dwijendra University akan menjadi insan-insan yang unggul, kompetitif dan juga berkarakter.

“Inilah yang selalu kita tekankan kepada mahasiswa sehingga saat mereka tamat dan berada ditengah-tengah masyarakat bisa selalu mengembangkan diri baik dalam usaha mandiri maupun di pemerintahan dan swasta,” kata Rektor Sedana. (mds)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan