RonaTeras Berita

Menjaga Toleransi Dalam Keberagaman

(foto : Ist) I Wayan Rena, SE., calon Perbekel Desa Sidakarya bercengkeramah dengan warga.

DENPASAR – Sosok tokoh masyarakat asal Desa Sidakarya yang satu ini sudah tak asing lagi. Bukan hanya dikenal loyal dan ringan tangan membantu warga lokal, namun sosok tokoh masyarakat asal Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan ini juga dianggap sebagai tokoh yang mampu mengayomi warga pendatang khususnya umat muslim di Dusun Graha Santi, Desa Sidakarya.

“Pak Rena itu sudah seperti orang tua bagi kami, ramah, sering bantu warga dan beliau melayani warga tak pernah membedakan agama, status sosial, semuanya beliau layani dengan tulus iklas. Bagi kami beliau figur pengayom warga,” tutur salah seorang warga muslim di Desa Sidakarya, Hj. Kusnul Kothimah, saat ditemui Senin (16/9/2019) di Denpasar menanggapi sosok I Wayan Rena, SE., calon Perbekel Desa Sidakarya.

Bagi Hj. Kusnul Khotimah, Wayan Rena juga tak pernah lelah membantu dan melayani warga. Ia menceritakan, ketika Wayan Rena menjadi Kepala Dusun Graha Santi Sidakarya periode 2004-2014, banyak warga dibantu khususnya dalam pelayanan administrasi.

Memiliki jiwa sosial yang tinggi mau “ngayah” bahkan kerap berbaur dengan masyarakat rupanya menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat Desa Sidakarya.

“Beliau itu tulus tanpa pamrih melayani warga,” ucap Hj. Kusnul Khotimah yang warga Kelompok Karya Darma Dusun Graha Santi.

Hj. Kusnul Khotimah juga mengatakan, saat hari-hari besar keagamaan, Wayan Rena kerap aktif memberi salam kepada warga muslim termasuk selalu hadir memenuhi undangan warga di acara-acara keagamaan umat Islam.

Meski saat ini Rena tak lagi menjabat sebagai Kadus, namun Hj. Kusnul merasakan tidak ada perubahan dalam diri Wayan Rena dalam melayani warga. Malah tali silahturahmi Wayan Rena dengan warga muslim bertambah erat dan kian harmonis.

“Pak Rena nike selalu ada bagi kami warga pendatang,” ujar Hj. Kusnul Khotimah yang telah puluhan tahun menetap di Bali.

Ada hal yang patut dibanggakan pada keluarga Wayan Rena. Hj. Kusnul Khotimah menjelaskan, Wayan Rena juga punya kepedulian untuk tetap menjaga dan melestarikan seni dan budaya Bali.

Hal itu dibuktikan dengan mendirikan sebuah sanggar seni yang dinamakan Sanggar Seni Citta Kelangen, di rumah Wayan Rena di Jl. Pendidikan Gg. Baja IV/2B. Jiwa berkesenian Wayan Rena itu menurun kepada putra dan putrinya. Putri Wayan Rena pintar menari tari Bali, dan putranya mahir menabuh.

“Saya bangga melihat keluarga Pak Rena itu mau melestarikan kesenian dan budaya Bali agar tidak hilang,” ujarnya mengapresiasi. (red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan