RegionalTeras Berita

Menko Kemaritiman Resmikan “ITDC Command Center”  

Foto - Menko Maritim, Luhut B. Pandjaitan. (Ist)

BADUNG – Sebelum meresmikan “ITDC Command Center”, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Letjen TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, selaku Ketua Panitia Nasional Pelaksana pertemuan tahunan dana moneter internasional dan bank dunia (IMF-WB Annual Meetings) 2018, akhir pekan lalu hadir di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, sekaligus menyaksikan pelaksanaan latihan “Tactical Floor Game” (TFG) serta memastikan semua persiapan pengamanan (Pam) VVIP, VIP, Pamwil maupun Satgas Evakuasi Penanggulangan Bencana Daerah (EPBD) sudah terintegrasi dengan baik.

Terkait Pam VVIP jelang hajatan akbar “IMF-WB Annual Meetings 2018”, selama 3 hari (13-15 September 2018) para Komandan dan staf dari masing-masing satgas berlatih secara terintegrasi di Hall Tanjung Benoa, Lantai 3 BNDCC, Nusa Dua dengan metoda TFG, Minggu (16/9/2018).

Dalam peninjauan Menko Kemaritiman tersebut, para Dansatgas melaporkan kesiapannya masing-masing sesuai dengan skenario yang sudah beberapa kali dilatihkan, baik yang digelar di daerah maupun yang sudah dilaksanakan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta beberapa hari yang lalu.

Dilanjutkan dengan diskusi bersama para Dansatgas dan staf untuk memastikan mekanisme pelaksanaan pengamanan sudah tidak ada kendala lagi, agar dalam pelaksanaan “IMF-WB Annual Meetings 2018”, Oktober mendatang, semuanya sudah paham dan siap untuk melaksanakan tugas sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing dan Protap Pengamanan VVIP.

Turut hadir, Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung beserta staf, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP., Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arip Rahman,Kapuskes TNI Mayjen TNI Ben Yura Rimba, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Waaspers Panglima TNI, Dansat Komlek, Waka Puskes TNI, Dansat Intel Bais TNI, Dansat Inteltek Bais TNI, Dir D Bais TNI, Danrem 162/Wira Bhakti, Danrem 163/Wira Satya, dan sejumlah pejabat terkait daerah maupun pusat, termasuk dari Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata, BMKG, BNPB, Basarnas, dan perwakilan dari Bank Indonesia.

Foto – Simulasi pengamanan IMF-WB. (Ist)

Secara terpisah, Kapendam IX/Udayana Letkol Kav Jonny Harianto G, SIP., menjelaskan, dalam latihan terintegrasi secara intensif ini melibatkan semua unsur pimpinan yang tergabung dalam Satgas Pamwil 1 (Bali) yang dikomandani Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP. Sedangkan Satgas EPBD dipimpin Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri.

Pelaksanaan kegiatan “IMF-WB Annual Meetings 2018” bakal digelar di Nusa Dua, Oktober mendatang dan dihadiri sekitar ribuan peserta utusan dari 189 negara, termasuk 27 kepala negara dengan totoal mencapai dua puluhan ribu peserta.

Dalam mensukseskan kegiatan ini, dari segi pengamanan dilaksanakan oleh Mabes TNI yang memiliki jalur koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Panitia Nasional “IMF-WB Annual Meetings 2018”, Setneg, BIN, Mabes Polri, dan BNPB. Sedangkan secara operasional di lapangan dilaksanakan oleh Kogabpam VVIP “IMF-WB Annual Meetings 2018” yang dikomandani oleh Kasum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan, selaku Pangkogab yang membawahi 12 satgas antara lain, Satgas Pam VVIP, Intel, Pamwil 1 Bali, Pamwil 2 Jatim, Medis, Penerangan, Evakuasi, Komlek, Laut, Passus, Hanudnas, dan Satgas Udara.

Serta memiliki 17 Sub Satgas (bandara, pelabuhan, walakir, instalasi, guspurla, guskamla, pesud, pangkalan, pemda, medis, intel, cadangan, banmin, hotel, radar, arhanud, dan Sub Satgas Serbu/Sergap) dengan jumlah personel ribuan dari berbagai unsur TNI, Polri, Pemda, dan menyiagakan berbagai alutsista serta memiliki jalur koordinasi dengan Satgas VIP (Polda Bali) dan Pemda Bali.

Untuk mengintegrasikan semua unsur yang terlibat dalam Kogasgab Pam VVIP ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah, oleh karena itu latihan dengan metoda TFG ini dilaksanakan secara berulang di daerah dan di Mabes TNI. Latihan secara berulang ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memantapkan dan memastikan setiap unsur pimpinan maupun anggota yang terlibat dalam pengamanan ini benar-benar paham dan mengerti dengan tugasnya masing-masing, sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP), sehingga dalam pelaksanaannya nanti sudah tidak ada lagi keragu-raguan, tumpang tindih ataupun kesalahan prosedur yang diakibatkan oleh kurang paham terhadap tugas masing-masing (siapa berbuat apa).

“Jadi, dalam latihan terintegrasi ini betul-betul dimatangkan. Karena, sukses tidaknya kegiatan ini taruhannya adalah nama baik dan kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimata internasional,” ujar Kapendam.(moe)

 

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan