Nasional

Meskipun Tanpa Izin Polisi, Aksi Referendum Papua Diklaim Tetap Damai

Meskipun Tanpa Izin Polisi, Aksi Referendum Papua Diklaim Tetap Damai

Aksi peringatan 49 tahun Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Papua yang digelar tahun 1969 akan digelar di sejumlah tempat, salah satunya di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/8).

Aksi yang akan digelar pukul 11.00 WIB itu akan dilakukan oleh Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Biro Organisasi AMP Komite Jakarta, Gideon M Adii mengakui jika izin aksi yang akan mereka lakukan di depan kantor Presiden Joko Widodo ditolak oleh kepolisian.

“Izin aksi ditolak, tapi itu tidak akan jadi tolak ukur. Apapun situasinya kami akan tetap turun ke jalan,” kata Gideon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (2/8).

Guideon pun memastikan aksi yang akan diikuti oleh 50 orang lebih akan berlangsung damai. Dia meminta semua pihak untuk tidak khawatir aksi akan berlangsung rusuh dan menimbulkan kemcaetan di depan Istana.

“Kami akan sampaikan dengan damai,” kata Gideon. Menurut Gideon, ada sembilan poin penting yang akan disampaikan dalam aksi nanti. Poin paling penting adalah pemerintah pusat harus segera mengakui resolusi bahwa Papua Barat berhak menentukan nasibnya sendiri untuk merdeka. Dia pun kembali menekankan jika referendum atau Papera yang dilakukan pada tahun 1969 oleh rakyat Papua dilakukan dengan penuh manipulasi dan intimidasi oleh ABRI kala itu.

Selain di Jakarta, aksi serupa juga akan digelar di London, Inggris. Aksi digelar untuk mendukung diadakannya lagi referendum untuk rakyat Papua.

Di London, aksi digalang oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Juru bicara ULMWP Benny Wenda dalam akun Facebooknya menyatakan, aksi akan digelar di Parliamnet Square, London, Inggris.

Benny menyatakan referendum kemerdekaan adalah pilihan nyata bagi warga Papua Barat. “1,8 juta orang di Papua Barat menyerukan referendum penentuan nasib sendiri (self determination). Suara kemerdekaan yang dikawal secara internasional,” kata Benny.

Benny kembali menekankan jika kemerdekaan adalah pilihan bebas yang nyata bagi rakyat Papua Barat. Dia pun meramaikan tagar #LetWestPapuaVote dan mengundang pengguna facebook lainnya secara terbuka untuk bergabung. Hingga berita ini diturunkan, baru ada 8 pengguna yang menyatakan ikut dan 63 yang tertarik.

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan