RegionalTeras Berita

Panwaslu Jembrana Telusuri Caleg Serahkan Uang Saat Pertemuan Minta Dukungan

Foto - Pertemuan Caleg di salah satu kelompok.

JEMBRANA – Meski belum memasuki masa kampanye, rupanya berbagai cara dilakukan oleh para caleg untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, salah satunya dengan mendatangi tempek-tempak atau banjar adat yang kebetulan mengelar rapat tempek atau rapat adat. Sementara kelompok masyarakat yang didatangi menganggap kedatangan caleg sebagai rejeki nomplok.

Hal ini terjadi lantaran banyak caleg yang datang ke rapat tempek atau banjar adat, bukan hanya untuk memperkenalkan diri dan mohon dukungan, melainkan juga membawa oleh-oleh untuk masyarakat dengan dalih punia atau sumbangan. Biasanya punia atau sumbangan ini berupa uang.

Kondisi ini juga terjadi di Jembrana. Sejumlah caleg, terutama caleg DPRD Jembrana diinfokan banyak yang datang ke rapat-rapat tempek atau rapat-rapat banjar adat di dapilnya untuk memperkenalkan diri dan meminta dukungan disertai pemberian sejumlah uang dengan dalih punia.

Bahkan informasi ini sudah terendus oleh pihak Panwaslu Jembrana. Pihak Panwaslu Jembrana mengaku akan menelusuri kasus caleg yang datang ke rapat-rapat tempek atau rapat-rapat banjar adat yang meminta dukungan dengan memberikan sejumlah uang.

Seperti yang terjadi di Bale Banjar Adnyasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Sabtu (27/10/2018) malam lalu. Seorang caleg DPRD Jembrana dari salah satu partai politik hadir di bale banjar tersebut saat warga banjar setempat menggelar rapat.

Disinyalir dalam petemuan tersebut informasinya caleg tersebut memperkenalkan diri sekaligus mohon dukungan kepada masyarakat yang hadir. Bahkan dalam rapat yang dihadiri oleh Kelihan Banjar Dinas Adnyasari, Kelihan Banjar Adat Adnyasari, Prajuru Banjar Adnyasari dan sejumlah warga tersebut, caleg tersebut memberikan uang Rp 1 juta untuk banjar setempat.

Selesai pertemuan tersebut, beberapa jam berselang di hari yang sama caleg tersebut melanjutkan pertemuan di Bale Banjar Anggasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya. Dalam pertemuan yang dihadiri warga setempat dan tokoh banjar sekitar pukul 20.30 Wita ini, caleg tersebut juga menyerahkan dana Rp 1 juta untuk banjar dengan dalih punia sambil meminta dukungan warga.

Terkait hal tersebut Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan dikonfirmasi sore tadi mengaku masih menelusuri masalah tersebut. Pihaknya akan meminta keterangan minimal dua orang warga yang hadir saat pertemuan tersebut untuk menanyakan pemberian caleg tersebut senilai Rp 1 juta.

“Jika pemberian tersebut sebagai bentuk pengganti uang transport, itu masih dimungkinkan dan ada aturan yang mengatur,” terangnya, Senin (29/10/2018).

Namun yang jelas pihaknya segera akan menelusuri kasus tersebut agar permasalahannya menjadi jelas. Untuk saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah tindakan caleg tersrbut melanggar aturan atau tidak.(cok)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan