banner 728x250

Pasar Sindhu Bisa Jadi Role Model Bagi Pasar di Indonesia Untuk Pengolahan Limbah

  • Bagikan
(Foto/Tim)
banner 468x60

DENPASAR – Disela-sela kunjungannya ke Pasar Intaran dan Pasar Sindhu, Sanur, Denpasar, Senin (3/6/2019), Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita saat di Pasar Sindhu meninjau langsung tempat pengolahan limbah pasar yang terletak di belakang komplek pasar. Di Pasar Sindu yang merupakan pasar terbaik di Asia ini Mendag juga mendapati sudah mulai adanya pengurangan penggunaan kantong plastik. Bahkan Mendag pada kesempatan ini berujar, Pasar Sindhu bisa dijadikan rolle model bagi seluruh pasar yang ada di Indonesia.
“Pengolahan limbah tidak begitu besar biayanya, jadi limbah itu diolah dan bisa dimanfaatkan kembali. Kami akan berkonsultasi dengan Menteri KLH untuk beberapa persyaratannya. Pasar Sindhu bisa jadi rolle modelnya bagi pasar yang lain,” tukasnya.
Mendag Enggartiasto Lukita mengatakan kunjungannya kali ini untuk memastikan harga dan ketersediaan barang khususnya untuk kebutuhan pokok jelang Lebaran.
“Ternyata semua sudah tersedia dan stoknya cukup. Bahkan harga-harga sangat stabil,” katanya puas.

(Foto/Tim)

Dari Pasar Sindhu, Sanur ia menyatakan jika harga-harga kebutuhan pokok di Bali cenderung stabil. Justru dalam kunjungannya kali ini Menteri Enggar merasa terkejut, pasalnya harga daging sapi di Bali tergolong rendah dibandingkan dengan daerah lain, hingga menjelang H-2 Idul Fitri 1440 H.
“Di Bali semuanya stabil. Di Jatim harga daging sapi termurah di Jawa yakni Rp110 ribu. Ternyata Bali yang termurah di Indonesia yakni Rp105 ribu,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai berdialog dengan pedagang.
Mendag juga mendapati beberapa barang kebutuhan pokok jauh di bawah ketentuan. “Seperti bawang putih kita patok sekitar Rp35 ribu/kg, ternyata di Denpasar ini harganya Rp30 ribu,” ujarnya.
Demikian pula harga daging yang turun seperti daging ayam harganya Rp32 ribu/kg. Bahkan harga daging sapi kualitas bagus cuma Rp105 ribu/kg. “Ini yang terendah di Indonesia,” tegasnya.
Di sisi lain Mendag memuji Denpasar sebagai kota terbaik pasarnya. Apalagi ini banyak dilakukan secara swadaya. Seperti halnya Pasar Tradisional Sindu di Sanur yang sangat tertata dan bersih.
“Di Pasar Sindu tidur di lantai bisa,” puji Mendag, sembari berujar pihaknya mendorong penggunaan e-payment dalam transaksi di pasar karena menurutnya itu sudah menjadi tuntutan jaman.
(Foto/Tim)

Sejumlah pedagang mengatakan setelah ada perbaikan pasar, pengunjung meningkat. Hal ini sangat mempengaruhi penjualan. Bahkan karena lokasi pasar di kawasan wisata, banyak turis yang datang belanja.
“Catatan buat pengelola pasar, menjaga mereka agar bisa berjualan dengan baik, serta ketegasan dari pengelola dalam mengatur para pedagang,” tandasnya.
Dalam pemantauan di dua pasar yang terbilang sangat bersih dan tertata rapi itu, Mendag didampingi sejumlah staf, Wakil Walikota IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AA Rai Iswara, Kadis Perindag Putu Astawa dan Ketua Yayasan Pengembangan Sanur yang juga membawahi pasar, IB Sidharta Putra.(wie)
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *