RonaTeras Berita

Pawiro Oelomo Kevin Wagimoen, Anak Asuh LAZ Sidogiri Asal Suriname

(foto – Ist) Pawiro Oelomo Kevin Wagimoen, Anak Asuh LAZ Sidogiri Asal Suriname

PASURUAN – Kevin Wagimoen, begitu ia akrab dipanggil oleh kawan-kawan barunya di Pondok Pesantren Sidogiri (PPS). Santri baru kelahiran Suriname, 19 Januari 1999 ini merupakan santri yang unik di PPS. Mengapa tidak, ia berasal dari dari luar negeri.

Bahkan luar benua yang bisa berbicara dengan banyak bahasa seperti bahasa Suriname, Inggris, Belanda, Indonesia, dan Jawa. Dan kini ia bertekad untuk belajar bahasa Arab yang memang penting untuk dipelajari sebagai Umat Islam.

Ia tertarik untuk merantau jauh meninggalkan negaranya setelah mendengar informasi bahwa di Indonesia terdapat pesantren tua yang masih eksis sebagai tempat mempelajari ilmu agama.

Dengan perasaan haru dan suka cita, ia tiba di Sidogiri pada bulan Mei 2018  yang bertepatan dengan bulan Sya’ban.

“Myn bedoeling datik vertrokken ben van Suriname naar Sidogiri in om me kennis te verhogen omtren myn religi,” ucapnya dalam bahasa Belanda yang artinya, “Saya meninggalkan negeri saya, Suriname menuju Sidogiri ini untuk belajar ilmu agama”.

Di Sidogiri, ia bergaul dengan teman-teman santri asrama Daerah K yang merupakan daerah khusus Bahasa Arab dan Inggris. Di sana ia banyak bercakap dengan bahasa Inggris, dan sesekali dengan bahasa Indonesia dan Jawa yang tidak begitu ia kuasai. Di sanalah ia mendalami bahasa Indonesia dan etika bergaul ala santri sebelum nantinya mendalami ilmu agama.

Beberapa bulan saja di Sidogiri, ia menunjukkan perkembangan yang pesat. Sudah mulai bisa menulis pego dan membaca arab. Beretika dan beribadah ala santri. Dengan wajah yang keturunan Jawa, ia juga tidak mencolok sebagai orang asing, sehingga ia bisa bergaul dan belajar bersama teman-teman barunya.

Kini, ia ditempatkan di Pondok Pesantren  Sabilul-Muttaqin, Karang Anyar, Kraton, Pasuruan yang juga merupakan ranting dari PPS.

“Ik vindt het lunk. Ik studeer in indonesie om later myn kennis te verspreiden in myn land”, yang artinya, “Saya bahagia bisa belajar di Indonesia ini, dan saya bercita-cita akan menyebarkan ilmu yang saya peroleh dari sini ke masyarakat di negara saya,” ucapnya mengakhiri dialog dengan majalah PEDULI.

Republik Suriname adalah sebuah negara di Amerika Selatan yang bekas jajahan Belanda. Di Negara yang berbatasan dengan Brasil dan Samudra Atlantik ini, tinggal sekitar 75.000 orang Jawa yang dibawa dari Hindia Belanda (Indonesia) antara tahun 1890-1939. Salah satu dari mereka adalah leluhur Kevin Wagimoen.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan